Wiranto Sebut Karhutla Sarat Politis, BRG Jawab “Kalau Unsur Itu Beliau Lebih Tahu’ – Nasional Terkini

0
22



Terkini.com – Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Fuad ogah menanggapi pernyataan Menko Polhukam Wiranto adanya dugaan politis yang melatarbelakangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini. Menurutnya, pihaknya hanya tahu dan menduga kebakaran terjadi karena ada yang membakar.

“Kalau unsur politis beliau lebih tahu, mungkin kami teknis saja memang dibakar orang. Biasanya sih (karena faktor) ekonomi ya, karena dibayar dan membakar itu tujuannya apa kan Pak Wiranto lebih tahu,” ujar Nazir di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (14/9).

Namun, ia mengakui ada konflik masyarakat lokal yang mempengaruhi karhutla. Konflik ini ada yang terjadi di tingkat desa.

“Ya di tingkat lokal kan ada konflik mempengaruhi kebakaran ada, saya tidak bilang politik ya dan memang ada (konflik). Di tingkat desa pun ada, misalnya yang terjadi di Kalimantan Tengah,” katanya.

Sehingga, lanjutnya, pesan yang disampaikan Wiranto merupakan bentuk peringatan agar masyarakat mengelola lahan tanpa melakukan pembakaran. Selain itu, ia mengimbau pemerintah daerah (pemda) mau meningkatkan kepedulian dalam menyadarkan masyarakat setempat.

“Yang kita harus kerjakan adalah memberikan asistensi kepada masyarakat untuk mengelola tanpa membakar. Itu sudah ada di Kementerian Pertanian, KLHK, BNPB dan pemda. Harus ada dukungan pemda untuk membina dan mendampingi masyarakat mengelola alam tanpa membakar,” pungkas Nazir.

Seperti diketahui sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan kementerian atau lembaga terkait karhutla. Dalam pembukaannya, ia mengatakan, ada modus operandi baru dalam pembakaran hutan karena politik.

“Pembakaran hutan karena politik di Palangkaraya itu. Misalnya membakar hutan karena ada persaingan politik dalam rangka pilkada, ada juga,” ujar Wiranto di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (13/9). [rhm]





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini