Wiranto: Korban Meninggal Kerusuhan 22 Mei Bukan di Arena Demo Damai

0
9



Merdeka.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan korban yang meninggal saat kerusuhan Jakarta 21-22 Mei tidak berada di arena demo damai yang dilakukan pendukung Prabowo-Sandiaga. Dia mengatakan, korban yang tewas berada jauh dari lokasi demo damai.

“Soal kerusuhan sudah pasti bahwa korban itu jatuh ya, atau korban meninggal jatuh bukan di arena demo damai. Yang penting itu. Bahwa korban meninggal bukan karena akibat benturan pada saat demo yang damai,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (12/6).

Dia menjelaskan, demo di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 21-22 Mei awalnya berjalan dengan damai. Hal ini, menurut dia, dapat dilihat saat para pendemo dan aparat keamanan berbuka puasa dan salat bersama.

“Tapi masalah timbul tatkala demo itu menjadi kaum perusuh yang menyerang petugas. Itupun tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Wiranto mengatakan, korban jiwa mulai berjatuhan saat perusuh menyerang asrama ke polisian di Petamburan Jakarta Barat dan membakar pos polisi. Dia menuturkan serangan itu memicu terjadi bentrokan lantaran aparat keamanan merasa terancam dan harus menyelamatkan keluarganya yang berada di asrama.

“Tapi kalaupun aparat keamanan menggunakan senjata, karena bertahan gimana asramanya, ada anak-anak, ada istri diserang. Kan yang nyerang bukan demonstrasi, yang nyerang itu perusuh. Inget ini, ini dulu kita dudukan masalah supaya tidak simpang siur,” jelasnya.

Menurut dia, pihak kepolisian kini tengah mendalami kematian para korban akibat kerusuhan tersebut.

“Sekarang korban ini yang sedang kita dalami siapa yang menembak ya, tembakan darimana, sangat boleh jadi tembakan itu muncul dari yang tidak bertuan karena malam hari menyerang seperti itu,” tutup Wiranto.

Reporter: Lisza Egeham
Sumber: Liputan6.com [fik]





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini