Warga Australia Setujui Pernikahan Sejenis | dunia | DW

0
3


Menurut hasil survei, yang dirilis Rabu (15/11/17) pukul 10 waktu setempat, 61,6 persen penduduk Australia mendukung pernikahan sesama jenis, sementara 38,4 persen menolaknya. Survei ini diikuti oleh 12,7 juta orang atau 79,5 persen dari populasi Australia. Jajak pendapat ini digelar setelah lebih dari satu dekade perdebatan mengenai penghapusan larangan pernikahan gay.

Baca juga opini Nadya Karima Melati: sibuk tolak LGBT, ilmu pengetahuan tertinggal

Mayoritas warga Australia telah lama mendukung pernikahan sesama jenis. Namun, pemerintah ingin mempertahankan peraturan tradisional dalam undang-undang. Dan dengan hasil survei ini, politikus konservatif di Parlemen Australia harus bersiap menghadapi pelegalan pernikahan sesama jenis. Senator Liberal Eric Abetz, seorang juru kampanye terkemuka penentang perubahan undang-undang tersebut, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa hasil ini “adalah keputusan yang saya sesalkan tapi saya hormati.”

Pada 2015, di bawah tekanan kaum moderat d
i Partai Liberal, perdana menteri saat itu, Tony Abbott, mengumumkan akan digelar pemungutan suara nasional untuk memutuskan apakah pernikahan sesama jenis harus diatur undang-undang. Namun rencana Abbot ini gagal diwujudkan karena tidak disetujui Senat Australia.

Sementara, Perdana Menteri Turnbull yang kini berkuasa, Agustus lalu mengumumkan untuk diadakannya pemungutan suara nasional. Hal tersebut merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah pendanaan, karena survei dijalankan oleh Australian Bureau of Statistics, yang tak perlu meminta persetujuan parlemen. Dan pemungutan suara ini dimulai pada 12 September sampai 7 November.

Simak video seperti apa pernikahan gay di Jerman

PM Malcolm Turnbull menyatakan bahwa ia sangat gembira dengan hasil ini. Ia juga menyerukan agar pernikahan sesama jenis dilegalkan sebelum Natal 2017. “Mereka memilih ‘ya’ untuk keadilan, mereka memilih ‘ya’ untuk komitmen, mereka memilih ‘ya’ untuk cinta. Dan sekarang tugas Parlemen Australia untuk melanjutkannya,” ujar Turnbull di Canberra, seperti dikutip dari CNN, Rabu (15/11/17).

yf/vlz (ap,afp,cnn)

 





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini