Wakil Ketua MPR: Indonesia Hadapi 2 Tantangan di Era Digital

0
7

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah. Foto: MI/Rommy Pujianto
JAKARTA, TERKINI.COM- Era digital dan perkembangan teknologi membawa berbagai dampak bagi dunia. Situasi ini pun menjadi tantangan bagi Indonesia, terutama dalam hal kebebasan informasi.

Menurut Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah, terdapat dua tantangan yang harus ditaklukan agar Indonesia mampu bertahan di era digital. Pertama, bangsa Indonesia harus mampu menanamkan ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Jika hampa ideologi, maka ideologi lain masuk dan menggerus dengan segala perbedaannya,” kata Basarah saat menghadiri kajian Ramadan PP Muhammadiyah di Kampus Uhamka, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa 29 Mei 2018.
Corong masuknya ideologi tersebut berasal dari penggunaan media sosial. Saat ini, jutaan masyarakat Indonesia menggunakan telepon genggam untuk mengakses Informasi dan berselancar di media sosial.
Dalam media sosial, ideologi kehidupan Barat mudah masuk dan mendoktrin pihak lain. Kebebasan atas nama hak asasi manusia pun coba diterapkan, meski tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa dan informasi yang tidak terkendali.
“Pemerintah pun sudah melakukan tindakan. Menkominfo menutup Telegram karena membuat petunjuk praktis membuat bom panci,” sambungnya.
Kedua adalah dikotomi yang memisahkan antara golongan nasionalis dan Islam harus dihilangkan. Media sosial dinilai menyumbang pandangan ini.
Tidak adanya filter informasi membuat konten media sosial mudah menyebarkan berita tidak benar dan memicu perpecahan.
“Mulai lupa bahwa Islam dan nasionalis tidak dapat dipisahkan,” jelas Wakil Sekjen PDI Perjuangan itu.(DMR/MetroTV)




 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini