Wakil Ketua Komisi X Hetifah: Dorong Kerja Sama Dengan ‘Expert’ Untuk Peningkatan Kompetensi Asesmen

0
21

terkini.com – Singapura, Hongkong, China, dan Korea merupakan negara di Asia yang dikenal dengan capaian Kognitinya yang tinggi (skor PISA diatas rerata OECD) namun minat belajar dan kepercayaan diri rendah serta kecemasan siswa mereka tinggi. Untuk itu, salah satu reformasi kebijakan asesmen ke empat negara tersebut ditujukan dengan mengurangi tes yang standar yang berpusat pada kebutuhan siswa.

Mencontoh dari negara berkembang, tentunya dibutuhkan kesiapan dari pemerintah untuk melatih guru agar bisa menerapkan pola asesmen yang akan dilaksanakan pada 2021 mendatang.

Wakil Ketua Komisi X DPR-RI Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian menjelaskan, jika kunci keberhasilan asesmen ada di tangan guru. “Oleh sebab itu kita tidak boleh over estimated soal kemampuan guru. Bukan berarti kita merendahkan kemampuan mereka, tapi kok perlu justru kita harus fokus mendorong atau melibatkan expert-expert. Kita bisa kerjasama dengan PISA, TIMS, dan lembaga internasional yang bisa memberikan semacam kompetensi tambahan pada guru dengan metode baru ini supaya niat dasarnya terwujud,” jelasnya saat ditemui dalam acara diskusi ‘PSPK Asesmen Nasional Dapatkah Mengembalikan Esensi Belajar?’ Kamis (19/12).

Hetifah menjelaskan, jika pola asesmen membutuhkan ilmu juga tata caranya, dan dalam hal ini pemerintah tidak boleh lepas tangan. “Bukan berarti diotonomikan terus akhirnya seolah-olah pemerintah pusat jadi lepas tangan. Bukan, justru pemerintah beri pembinaan yang cukup dan menjamin setiap sekolah akan mampu menjalankan dengan baik juga dan harus ada evaluasi juga dari pemerintah sejauh mana nanti sekolah-sekolah mampu menjalankan itu,” ujarnya.

Menurut Hetifah, tujuan asesmen tidak lain adalah mendapatkan data dan informasi terkait fakta-fakta yang mencerminkan realita di lapangan. “Kita bicara dengan banyak pemangku-kepentingan yang kita ingin kan anak-anak kita kedepan seperti apa, guru kita kedepan seperti apa, merdeka belajar seperti apa, nah itu caranya dan roadmapnya bagaimana supaya tidak ada kesan ini hanya satu perubahan yang revolusioner tapi disertai dengan langkah-langkah yang cermat dalam pelaksanaaanya. Karena kita ingin ide yang sangat luar biasa ini bisa terwujud dan terealisasikan,” ujarnya.

Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini