USU Nonaktifkan Oknum Dosen HDL Selama Proses Hukum

0
8

Jakarta: Universitas Sumatera Utara (USU) menonaktifkan sementara oknum dosen berinisial HDL yang diperiksa Polda Sumut karena menyebarkan ujaran kebencian di media sosial. Dosen tersebut diketahui pengajar di program studi Ilmu Perpustakaan dan Ilmu Budaya.

“Jadi kita menonaktifkan selama proses hukum ini, kita nonaktifkan sebagai  dosen,” kata Rektor USU, Runtung Sitepu saat dihubungi, Senin 21 Mei 2018.
Namun, apakah yang bersangkutan bakal dipecat, Runtung mengaku akan menunggu proses hukum yang berjalan. Keputusan pemecatan diambil jika yang bersangkutan sudah berkekuatan hukum tetap.
“Pemecatan itu kan harus melalui prosedur bahwa harus jelas dulu kesalahan yang dilakukan, berdasarkan putusan pengadilan yang sudah berkuatan hukum tetap,” jelasnya.
Sambil menunggu proses hukumnya, untuk sementara USU menonaktifkan yang bersangkutan. Sanksi tegas bakal dikeluarkan jika yang bersangkutan terbukti bersalah.
“Kalau memang hukumannya lebih dari dua tahun, pasti kita akan usulkan pemberhentiannya dosen tersebut ke Kemenristekdikti,” ujarnya.
Runtung tak mengira, dosen HDL mengeluarkan unggahan yang kontroversial. Padahal, kinerjanya sebagai dosen, dan kepala arsip perpustakaan terbilang bagus.
Sebelumnya, Personil Direktorat Krimsus Subdit Cyber Crime Polda Sumatera Utara mengamankan oknum Dosen Ilmu Perpustakaan dan Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara, berinisial HDL, karena diduga melakukan tindak pidana ujaran kebencian di media sosial.
“Pelaku tersebut ditangkap petugas kepolisian di rumahnya, di Jalan Melinjo II Kompleks Johor Permai, Medan Johor, Kota Medan, Sabtu, 19 Mei 2018,” kata Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja, dalam pemaparannya di Mapolda, Minggu, 20 Mei 2018.
Oknum dosen HDL dibawa ke Polda Sumut, menurut dia, karena salah satu posting-an akun Facebooknya viral hingga mengundang perdebatan hangat di kalangan netizen, karena diduga menyampaikan ujaran kebencian.
“Saat itu, setelah tiga serangan bom bunuh diri di tempat ibadah di Surabaya, Minggu, 13 Mei 2018. HDL mengunggah sebuah tulisan yang menyebutkan, kalau tiga bom gereja di Surabaya hanyalah pengalihan isu, skenario pengalihan sempurna, dan #2019 Ganti Presiden,” ujaran AKBP Tatan.(CEU/MetroTV)
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini