Usai Menyerahkan Diri, Pembunuh Bocah di Bak Mandi Diperiksa Intensif Polisi

0
11



Merdeka.com – Seorang pria diduga pelaku pembunuhan FAN, bocah perempuan ditemukan di wilayah Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat, menyerahkan diri ke kantor polisi. Namun, pria belum diketahui namanya tersebut hingga kini masih menjalani pemeriksaan polisi.

Kapolres Bogor Kota AKBP Andi Moch Dicky mengatakan, pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah pria tersebut pelakunya atau tidak. Sebab, polisi masih meminta keterangan yang bersangkutan.

“Masih didalami pelaku atau bukan,” kata Andi saat dikonfirmasi, Kamis (4/7).

Kendati demikian, Dicky membenarkan kalau pria itu datang dengan bermaksud menyerahkan diri. “(Menyerahkan diri) Infonya begitu, karena ketakutan. Tapi kan kita masih dalami dulu,” kata Dicky.

Sebelumnya, warga Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat, digegerkan penemuan jasad bocah perempuan berusia 8 tahun, Selasa (2/7) malam.

Jenazah berinisial FAN, itu ditemukan keluarganya terbungkus kain sarung dalam bak mandi yang tertutup ember di kamar kontrakan yang dihuni tukang bubur ayam.

Sebelum ditemukan tak bernyawa, FAN sempat menghilang sejak Jumat (28/6) siang. Mengetahui kabar FAN menghilang, warga langsung mencari keberadaannya mulai dari bantaran sungai, kolam ikan, kebun, vila, hingga Taman Wisata Matahari (TWM).

“Sudah dicari ke mana-mana, mulai dari yang terdekat sampai jauh tapi nggak ketemu,” kata paman korban, Agus Budiono saat ditemui di RSUD Ciawi, Selasa (2/7) malam.

Karena penasaran, keluarga, kerabat dan tetangga FAN kembali melakukan pencarian di hari berikutnya. Lagi-lagi pencarian anak kedua dari dua bersaudara ini tak membuahkan hasil. Keluarga korban pun mulai putus asa.

“Meski kabar menghilangnya keponakan saya sampai menyebar ke mana-mana tetapi masih belum juga ketemu,” kata dia.

Menurutnya, jasad FAN ditemukan berawal dari bau menyengat yang tercium di belakang rumah orang tuanya pada Minggu (30/6) petang. Mulanya, keluarga menganggap bau bangkai itu berasal dari sisa daging ayam mentah yang lupa dibuang oleh penghuni kontrakan bernama Yanto alias Gujil, pedagang bubur ayam keliling.

“Pertama yang nyium bau bangkai sepupu almarhum. Saat itu juga laporan ke kakek sama bapak si almarhum. Karena nggak ada rasa curiga akhirnya diabaikan,” ujarnya.

Tak lama kemudian, kakek dan Taufik Hidayatullah (30), ayah korban pun mulai penasaran dan mencari sumber bau bangkai tersebut ke kamar Yanto yang masih satu atap dengan rumah FAN. Karena pintu kamar dalam keadaan terkunci, kakek dan ayah korban akhirnya masuk dengan cara mendobrak pintu.

“Waktu itu penghuni kontrakan pergi entah ke mana sejak Jumat sore, sebelum almarhum menghilang,” terang Budi.

Saat mendekati kamar mandi, bau bangkai semakin terasa menyengat. Begitu berada di dalam, keduanya melihat telapak kaki kanan anak kecil menyembul di dalam bak mandi yang tertutup kain dan ember.

Secara perlahan, Taufik mengangkat ember warna abu-abu dan membuka sehelai demi sehelai kain serta sarung yang melilit pada tubuh korban. Setelah kain terlepas, ayahnya sangat terkejut begitu mengetahui jasad bocah yang terbungkus kain sarung itu ternyata anaknya yang hilang sejak Jumat lalu.

“Semua pada histeris, apalagi bapak dan ibunya almarhum sangat terpukul sekali,” ujar dia.

Kabar kematian FAN menyebar dan menjadi bahan perbincangan warga kampung itu. Polisi yang menerima laporan tersebut kemudian meluncur ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Jasad Diautopsi

Kapolsek Megamendung AKP Asep Drajat membenarkan adanya temuan jasad bocah perempuan berusia 8 tahun tersebut. Jasad anak dari pasangan Taufik Hidayatullah dan Rahmawati ini ditemukan dalam kondisi membusuk di dalam bak mandi.

“Karena anak itu hilangnya sudah sejak Jumat sore. Posisi waktu ditemukan masih pakai baju, tapi tubuhnya ditutupin kain, sarung, lalu ditutupi ember,” kata dia.

Polisi masih menyelidiki penyebab kematian bocah yang baru saja naik kelas 2 SD ini. Jasad korban hingga Rabu (3/7) dini hari masih berada di RSUD Ciawi Bogor untuk diautopsi guna kepentingan penyelidikan.

“Sementara kami masih dalam proses penyelidikan,” kata dia. [gil]





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini