Upaya Panjang Pembebasan TKW Ety yang Terancam Hukuman Mati di Saudi

0
18



Terkini.com – Seorang tenaga kerja indonesia (TKI) di Arab Saudi bernama Ety terancam hukuman mati jika tidak membayar denda. Ia menjalani proses hukum karena diduga meracuni majikannya.

Ety merupakan warga Kabupaten Majalengka yang bekerja di Kota Taif, Arab Saudi. Kasus hukum menimpanya pada 2001. Sejak saat itu atau sudah 19 tahun ia dipenjara dan dibayangi hukuman mati.

Keluarga majikan Ety mengajukan uang tebusan atau dana diyat kepada hakim. Awalnya, dana diyat diputuskan sebesar 30 juta real. Namun setelah melalui proses panjang, diyat turun menjadi 4 juta real atau sekira Rp 15,2 miliar.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku siap membantu pemerintah pusat membebaskan Ety dengan membayar denda. Saat ini, pemerintah melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk Jeddah masih melakukan penggalangan dana.

“Saya dapat laporan (kasus Ety) pada Mei 2019 dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi,” katanya melalui siaran pers yang diterima, Sabtu (13/7)

KJRI berkoordinasi dengan pemerintah di Kota Taif untuk memastikan dana yang ditransfer Pemerintah via KBRI Riyadh telah masuk ke penanggung jawab rekening kantor gubernur Riyadh.

“Kami pun menggalang dana untuk pembebasan Ety. Pada bulan Ramadan lalu saya bertemu dengan Dubes Arab Saudi meminta pengampunan untuk Ety,” katanya.

Beberapa upaya yang dilakukan dengan mengumpulkan sumbangan dari ASN di lingkungan Pemprov Jabar, Kadin Jabar dan pihak perbankan serta pemerintah Kabupaten Majalengka melalui rekening Jabar Peduli yang dilakukan dua tahap. Tahap pertama terkumpul Rp 1 miliar dan sudah ditransfer. Tahap kedua terkumpul Rp 400 juta.

Namun karena diyat keburu terpenuhi, dana tahap kedua ini masih ada di rekening Jabar Peduli. “Karena dana diyat sudah terpenuhi, sodaqoh yang Rp 400 juta dari ASN tetap tersimpan di rekening Jabar Peduli,” kata Emil.

Hingga kini, ia menginstruksikan Disnakertrans Jabar tetap berkomunikasi dengan KJRI untuk menunggu proses administrasi Mahkamah Pengampunan sampai akhirnya Ety binti Toyyib Anwar dapat dipulangkan ke Tanah Air.

“Semoga cepat-cepat bisa pulang ke Majalengka,” harap Emil. [bal]





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini