Untar Kini Rintis Pembelajaran Jarak Jauh

0
6
JAKARTA, TERKINI.COM- Universitas Tarumanegara (Untar) saat ini tengah merintis program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ.  Selain untuk menjawab tantangan bidang pendidikan di era revolusi industri 4.0, permintaan dari daerah kepada Untar untuk menggelar PJJ pun sudah sangat tinggi.
Rektor Univeritas Tarumanegara, Agustinus Purna Irawan mengaku cukup kewalahan menanggapi tingginya permintaan untuk menggelar PJJ di Untar.  “Saat ini kami sedang merintis untuk menggelar PJJ, karena permintaan dari daerah untuk PJJ sangat tinggi,” kata Agustinus, dalam keterangan pers Wisuda Untar, yang di Jakarta, Senin, 21 Mei 2018.
Menurut Agustinus, Untar memang belum menggelar PJJ saat ini, karena program tersebut membutuhkan persiapan yang tidak sedikit, salah satunya terkait kesiapan infrastruktur.  Namun selama ini, Universitas Tarumanegara sudah menggelar pembelajaran berbasis e-learning pada sejumlah program studinya.
“Persiapan PJJ, terutama bagaimana menggelar PJJ untuk mata pelajaran eksakta yang membutuhkan laboratorium. Kalau untuk yang ilmu sosial sepertinya kami sudah siap,” tegas Agustinus.
Mantan Dekan Fakultas Teknik Untar itu bertekad, meningkatkan kompetensi dan kemampuan lulusan Untar di berbagai bidang kehidupan. Agustinus dalam sambutannya di hadapan ratusan wisudawan dan wisudawati ini juga mengimbau agar lulusan Untar tidak tertinggal dengan kemajuan teknologi saat ini.
“Alumni UNTAR harus mampu meningkatkan kompetensi di berbagai bidang sesuai kebutuhan revolusi industri 4.0, agar tidak tertinggal dengan kemajuan teknologi dan peradaban di bidang yang ditekuni,” ucap Agustinus.
Sama halnya yang diutarakan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, yang mengatakan perkembangan ekonomi indonesia saat ini sangat tergantung dengan aspek kehidupan pada Revolusi Industri 4.0.
“Tantangan bagi lulusan perguruan tinggi (PT) di era Revolusi Industri 4.0 semakin meningkat, oleh karena itu setiap lulusan PT harus memiliki kompetensi yang mumpuni untuk bersaing secara global,” ucap Nasir
Bagi lulusan perguruan tinggi dituntut untuk memiliki jiwa kewirausahaan. Agar tak hanya mampu bekerja untuk sebuah perusahaan, namun juga bisa menciptakan pekerjaan baru dengan memanfaatkan Revolusi Industri 4.0.
“Perguruan Tinggi dihadapkan dengan tantangan untuk mempersiapkan dan melengkapi SDM dengan kompetensi serta keterampilan yang tepat untuk menghadapi revolusi industri ke-4.  Harapannya, dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa,” kata Nasir
Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro ini mengatakan agar lulusan perguruan tinggi bisa menciptakan iptek yang inovatif, adaptif, dan kompetitif. Guna menjadi garda terdepan bagi daya saing dan pembangunan pada era Revolusi Industri 4.0.
“Secara khusus, saya mengharapkan banyak lulusan dari UNTAR yang menjadi entrepreneur, yang bisa menjadi contoh baik untuk kampus-kampus lain di Indonesia,” pungkas Nasir(CEU/MetroTV)

 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini