Tuntutan Tidak di dengar, Mahasiswa Gunadarma Merencanakan Audiensi Ke Komisi 10 DPR-RI

0
227

terkini.com – Aksi kepung Gedung Rektorat dilakukan oleh ribuan Mahasiswa Gunadarma pada tanggal 6 Maret 2020 pada Pukul 14:00 hingga Pukul 19:00 di kampus Gunadarma Depok. Mahasiswa membawa beberapa tuntutan kepada Pihak Kampus, salah satunya adalah Mahasiswa Gunadarma menuntut bahwasanya mereka menuntut agar pihak Rektorat Kampus menyempurnakan regulasi pecah Blanko. Ucap Marhadian

Lebih lanjut Marhadian menjelaskan Disini (Gunadarma) ada sistem pecah blangko .

Jadi, bayaran persemester itu bisa dipecah saat mau lulus artinya system ini diperuntukan bagi mahasiwa yang kekurangan biaya pendidikan agar setiap individu dapat merasakan bangku perkuliahan. Namun prosedur ini telah dipersulit dan bahkan system yang diberlakukan berdamapak terhadap penahanan ijazah dan surat keterangan lulus itu ditahan. Kebijakan tersebut diputuskan secara sepihak tanpa pemberitahuan kepada mahasiswa atau sosialisasi sebelumnya. Itu hanya dari pihak Yayasan Atau Rektorat. Tegas Marhadian salah satu Mahasiswa yang ikut serta dalam Aksi tersebut.

Marhadian juga menjelaskan bahwasanya data yang kami dapat itu ada 3000an Mahasiswa yang pecah blanko. dengan kebijakan sepihak Yang baru di buat oleh kampus ini bisa saja membuat Mahasiswa yang sudah melakukan pecah blangko ini yang sebanyak 3000an ini terancam ditahan ijazahnya karena belum melunasi artinya kampus ini sudah diduga sangat komersial. Ucap Marhadian.

Lebih lanjut Marhadian menegaskan bahwa seharusnya lembga pendidikan itu jangan hanya memikirkan keuntungan namun juga harus memikirkan kepentingan anak putra putri bangsa ke depan agar tetap bisa mengenyam bangku perkuliahan “ungkapnya.

Hari ini, Sabtu 7 maret 2020 akan di adakan konsolidasi kembali dengan semua Mahasiswa untuk menggelar aksi besar dihari Senin (9/3).

Massanya, dua sampai tiga kali lipat.’’Senin kemungkinan massa mencapai 2000 sampai 3000 Mahasiswa. Nanti kami gabungkan seluruh Region,”ungkapnya. Kemudian Mahasiswa mengancam jika tuntutan mereka tidak di gubris maka akan ada aksi susulan ke Komisi 10 DPR-RI agar wakil rakyat kami tau bahwa kampus jangan menjadi tempat mencari keuntungan. Tegasnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini