Tiongkok Siap Melindungi Kepentingannya dari Ancam…

0
5



Beijing: Tiongkok mengecam adanya ancaman baru dari Gedung Putih terkait perdagangan dan memperingatkan bahwa pihaknya siap untuk melawan jika Washington sedang mencari perang perdagangan. Tidak ditampik, pernyataan dan langkah Presiden AS Donald Trump terkait perdagangan kembali memanaskan hubungan AS dan Tiongkok.

Mengutip CNBC, Jumat, 1 Juni 2018, dalam nada perubahan yang tak terduga, AS menyatakan pihaknya masih memegang ancaman mengenakan tarif pada USD50 miliar impor dari Tiongkok kecuali Beijing membahas masalah pencurian kekayaan intelektual Amerika. Washington juga akan terus menekan pembatasan investasi oleh perusahaan Tiongkok di AS.



Sikap yang lebih keras datang ketika Presiden AS Donald Trump mempersiapkan pertemuan puncak 12 Juni dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang pendukung diplomatik utamanya adalah Tiongkok, dan ketika Washington meningkatkan upaya untuk melawan apa yang dilihatnya sebagai upaya Beijing untuk membatasi kebebasan navigasi di Laut Cina Selatan.

Penurunan eskalasi perdagangan sempat terjadi setelah kedua pihak sepakat dalam pembicaraan di Washington awal bulan ini untuk menemukan langkah-langkah mempersempit surplus perdagangan senilai USD375 miliar. Ross diperkirakan mencoba membuat Tiongkok menyetujui jumlah perusahaan membeli lebih banyak barang AS selama kunjungan 2-4 Juni di Beijing.

“Kami mendesak Amerika Serikat untuk menepati janjinya dan memenuhi Tiongkok di tengah-tengah semangat pernyataan bersama,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying seraya menambahkan bahwa Tiongkok akan mengambil tindakan tegas dan kuat untuk melindungi negaranya.

Tiongkok siap menanggapi dengan cara mengancam Trump untuk mengenakan tarif hingga USD150 miliar barang-barang Tiongkok. Kekhawatiran perang perdagangan sempat surut setelah Pemerintahan Trump mengatakan telah mencapai kesepakatan untuk mengembalikan ZTE Corp dalam bisnis setelah melarang membeli komponen teknologi AS selama tujuh tahun.

 

(ABD)










Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini