Tak Diberi Uang, Pengamen Pukul Kepala Pemilik Rumah Dengan Gitar

0
9



Merdeka.com – Meseri (47), pengamen di Kabupaten Malang memukulkan gitarnya ke kepala seorang warga lantaran tidak diberi uang. Akibat kejadian itu, M.Gufron (43) harus mendapatkan perawatan di rumah sakit karena luka pukulan dengan enam jahitan di kepala.

Saat itu pelaku berniat mengamen di depan rumah korban, Jalan Pudak Nomor 333, RT 30 RW 3 Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Namun korban meminta agar rumahnya dilewati saja.

Kendati dengan bahasa Jawa yang halus, pelaku tersinggung dan marah. Secara cepat pelaku memukulkan gitarnya ke arah korban secara bertubi-tubi.

“Korban di depan rumah, pengamen itu datang. Korban bilang permisi dengan mengatakan, ‘sepurane mas dilewati’. Rupanya pelaku tersinggung dan spontan memukulkan gitar ke arah korban,” kata AKP Ainun Djariyah, Kasubag Humas Polres Malang, Jumat (14/6).

Pelaku memukulkan gitarnya sebanyak tiga kali yang mengakibatkan korban mengalami luka robek di kepala. Pelaku pun langsung berusaha melarikan diri, sebelum kemudian berhasil diamankan tetangga terdekat korban.

“Pelaku lari namun berhasil diamankan tetangga terdekat,” tegasnya.

Korban mengalami luka robek di kepala dan leher atas telinga dan dirawat di Rumah Sakit Daerah Kanjuruan. Polisi menyita barang bukti berupa kepingan gitar yang hancur setelah dipukulkan ke arah korban.

Pelaku dijerat pasal 351 KUH Pidana tentang Penganiayan dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. [fik]





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini