Solusi PLN Dongkrak Konsumsi Listrik

0
12



Jakarta: PT PLN (Persero) membeberkan alasan perseroan selalu gencar memberikan keringananan kepada masyarakat untuk menambah daya supaya penggunaan listrik meningkat.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprapteka mengatakan saat ini listrik di Indonesia sudah berlebih namun penggunaannya masih rendah. Masyarakat juga enggan menambah daya lebih tinggi lantaran harga penambahan daya yang masih mahal.



PLN menargetkan dengan pemotongan biaya tambah daya sebesar 50 persen untuk pelanggan 220 VA sampai 197 kVA dan menggratiskan penambahan daya untuk rumah ibadah dapat meningkatkankan penjualan listrik perseroan serta menambah jumlah pelanggan.

“Jelas banget (targetnya) meningkatkan penjualan, menambah jumlah pelanggan dan penjualan listrik itu,” kata Made kepada Medcom.id, Senin, 21 Mei 2018.

Meskipun pertumbuhan konsumsi listrik pada triwulan I-2018 masih rendah, PLN menyatakan pertumbuhan konsumsi listrik triwulan I meningkat dibandingkan pertumbuhan konsumsi listrik periode yang sama tahun lalu.

Kepala Niaga PLN, Yuddy Setyo Wicaksono mengatakan, pertumbuhan konsumsi listrik triwulan I-2018 sebesar 3,67 persen. Lebih tinggi dari pertumbuhan konsumsi listrik triwulan I-2017 yang sebesar 2,88 persen

“Pertumbuhan konsumsi listrik triwulan I-2018 sebesar 3,67 persen,” kata Yuddy saat dihubungi Medcom.id

Yuddy merinci, pertumbuhan untuk golongan pelanggan bisnis sebesar 5,28 persen, pelanggan industri sebesar 4,78 persen serta pertumbuhan pelanggan rumah tangga sebesar 1,44 persen.

Total konsumsi listrik pada triwulan I-2018 ini sebanyak 55,42 TWh dengan rincian pelanggan bisnis sebanyak 9,9 TWh l, pelanggan industri sebanyak 18,5 TWh, dan pelanggan rumah tangga sebanyak 22,9 TWh.

“Total konsumsi pada triwulan I-2018 ini sebanyak 55,42 TWh,” pungkas Yuddy.

Namun jika dibandingkan dengan target konsumsi listrik yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027 konsumsi listrik ini masih rendah. Di dalam RUPTL ditargetkan konsumsi listrik mencapai 239 TWh.

(SAW)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini