Sleep Box, Indekos Murah ala Jepang buat Penghuni Berkantong Pas-pasan – Nasional Terkini

0
25



Terkini.com – Satu unit rumah berlantai tiga di Jalan Rawa Selatan V No 14 RT 18 RW 4 Kampung Rawa Johar Baru Jakarta Pusat sebenarnya tak begitu mencolok. Hanya saja, belakangan rumah dengan pagar hitam itu mendadak ramai diperbincangkan.

Penyebabnya, rumah itu sudah disulap menjadi indekos. Namun berbeda dari biasanya. Di dalam ruangannya hanya ada satu kasur. Tak bisa ditambah perabot lainnya.

Bisik-bisik warga, indekos itu milik Sunang Kori. Meski tidak terpampang tulisan semacam itu.

Liputan6.com coba menelusuri konsep indekos dikenal dengan istilah sleep box. Seorang pria berkulit kulit putih menyambut kedatangan. Belakangan diketahui namanya adalah Shincan, orang yang diberikan kepercayaan oleh Kori untuk menjaga kos tersebut. Dia menanyakan maksud kedatangan kami.

“Mau ngapain mas, kamu dari mana,” tanya Shincan.

“Saya dari kampung, mau cari kosan ke sini,” kata kami berdua dengan kompak.

Shincan awalnya tampak ragu dengan jawaban itu. Tapi akhirnya kami diizinkan masuk. Pemandangan awal yang terlihat ada tiga toilet di ruang bawah, kemudian di dekatnya beberapa unit motor terpakir tak beraturan.

Saat kami menoleh ke atas banyak baju-baju tergantung. Kebanyakan yang dijemur adalah kemeja dan seragam kerja.

Shincan mengajak kami menaiki tangga besi putar. Tibalah di lantai tiga.

Kondisinya sangat gelap. Kami pun berjalan dengan hati-hati. Jarak – atap dengan kepala sangat mepet. Jika kita berbadan tinggi, ada baiknya jalan menunduk agar tidak terpentok.

Shinchan menyebut sepanjang lorong terdapat 16 sleep box. Tersusun bertingkat. Dia menunjukkan sleep box kelas ekonomi. Ukurannya 200 cm, lebar 100 cm, dan tinggi 90 cm. Di sisi depan terdapat nomor urut. Saat ini, sisa dua kamar yang kosong.

“Kamar cuma ada dua yang kosong. Mau yang di atas atau di bawah. Harganya sama kok,” ucap Shincan sambil membuka pintu kamar.

Harga yang ditawarkan untuk sleep box kelas ekonomi memang lebih terjangkau. “Perbulannya Rp 300 ribu untuk satu orang. Misalnya kalian satu kamar berdua ya jadi bayar Rp 500 ribu,” kata dia.

Selain mendapatkan kasur dilengkapi bantar dan colokan listrik, penghuni juga dimanjakan dengan layanan wifi secara cuma-cuma.

“Di sini kalian bisa hemat kuota. Soalnya kami kasih wifi gratis. Mau nonton tv streaming, Youtube-an, Facebook-an juga bisa. Jadi tidak usah takut,” ujar dia.

Shincan mengizinkan kami menjajal sleep box tersebut. Ukuran ruangan yang kecil membuat penghuni tak leluasa bergerak. Aktivitasnya harus dilakukan dengan duduk atau tertidur.

Dia menambahkan, pemilik sengaja menghadirkan indekos ala sleep box untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Diakuinya, pemilik memang mengadopsi indekos seperti di Jepang.

“Mungkin kalau sudah pernah ke Jepang dan melihat model kapsul, melihat ini gak asing. Nah kami meniru dan mencoba mengaplikasikan di Indonesia,” katanya.

Shincan mengakui, secara kualitas jauh lebih baik penginapan kapsul di Jepang. Namun yang ada di Jakarta, harganya lebih terjangkau.

“Agar masyarakat yang berpenghasilan rendah memiliki sisa tabungan yang diputar untuk kebutuhan lain. Rata-rata tempat sewa tinggal itukan Rp 1 juta ke atas. Mereka pasti kesulitan membayar itu,” ucap dia.

Selama ini, Shincan mengklaim, kehadiran sleep box direspons sangat baik oleh masyarakat.

“Rata-rata puas. Buktinya mereka menghuni ada yang setahun, 1,5 tahun dan dua tahun,” ucap dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [lia]





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini