Sindikat Pengedar Ekstasi Jerman-Indonesia Terbongka

0
11



Jakarta: Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar sindikat narkoba jenis ekstasi jaringan internasional Jerman-Indonesia. Sebanyak sepuluh orang tersangka ditangkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan lima tersangka pertama ditangkap pada 4 Mei dan 9 Mei 2018. Sembilan hari kemudian, pelaku lain ditangkap.



“Berikutnya 18 dan 19 Mei 2018,” kata Argo di markas Polda Metro Jaya, Rabu, 30 Mei 2018. 

Argo menjelaskan pengungkapan bermula saat polisi mendapat informasi dari kantor pos pusat dan bea cukai soal paket yang diduga berisi narkoba. Paket itu akan dikirim ke Jalan Ahmad Yani Ketintang, Gayungan, Surabaya, Jawa Timur.

Polisi lalu memeriksa kiriman yang dimaksud. Benar saja, Korps Bhayangkara menemukan puluhan ribu butir ekstasi yang dibungkus dengan menggunakan plastik berlabel biskuit. 

“Ada lima bungkus dengan total 25 ribu butir di dalam paket tersebut,” ujar dia.

Pada 9 Mei 2018, polisi mengontrol pengiriman barang ke kantor pos di Surabaya. Hasilnya, polisi menangkap dua tersangka penerima paket berinisial FS alias IC dan SNL alias FRM. 

Dari situ, polisi mengembangkan perkara. Tiga tersangka lain ditangkap. Merela adalah ABD alias AD, SBC alias BKN, dan LKT. 

Kepala Sudirektorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Dony Alexander menerangkan polisi lalu pengungkap kembali kasus ini pada 18 Mei. Pengungkapan bermula dari informasi adanya peredaran ekstasi.

Polisi lalu menyergap sebuah transaksi di Jalan KH Zainul Arifin, Jakarta Pusat. Satu laki-laki berinisial FNTG dan perempuan inisial FB RMW ditangkap.

Satu kardus besar dibungkus karung putih disita. Dalam kardus, terdapat lima kotak coklat bertuliskan ‘passie’. 

“Masing-masing berisi satu plastik bening berisi ekstasi warna ungu berjumlah 5 ribu butir, dengan total 25 ribu butir,” kata Dony.

Baca: Waspada Narkoba Modus Titipan Barang Jelang Mudik

Polisi lalu mengembangkan penyelidikan. Hasilnya, polisi menangkap IRW, AG, dan RL pada 19 Mei 2018. 

Korps Bhayangkaara masih mendalami pemasok ekstasi dari Jerman. Pemeriksaan bekerja sama dengan polisi setempat.

Sementara itu, seluruh pelaku dijerat Pasal 113 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 (1) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 (1) Undang-Undang Nomor 34 tahun 2009 tentang Narkotika, dan Undang-Undang Kesehatan Nomor 35 tahun 2009 Pasal 197. (Abdy Azwar Sahi)

(OGI)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini