Sepekan Mendatang, Investor Cermati Tiga Isu Utama

0
8



Jakarta: Analis Forextime (FXTM) memprediksikan rupiah terpantau sedikit menguat terhadap dolar yang secara umum menguat. Pergerakan USD-IDR sedikit di bawah Rp14.130 per USD pada saat laporan ini dituliskan.

"Kalender ekonomi pasar Indonesia relatif sepi pekan ini sehingga arah rupiah mungkin ditentukan oleh faktor eksternal," tutur Research Analyst FXTM Lukman Otunuga dalam hasil risetnya, Senin, 28 Mei 2018.

Dia menambahkan apabila rupiah terus menguat mendekati level psikologis Rp14.000 per USD, optimisme bahwa kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) berdampak positif pada rupiah akan meningkat.

Sentimen Membaik karena Korea Utara

Setelah Presiden Donald Trump mendadak membatalkan pertemuan di Juni bersama Kim Jong-Un di Singapura, Korea Utara di luar dugaan menawarkan perdamaian.

"Korea Utara menyatakan tetap terbuka untuk memberi waktu dan kesempatan bagi Amerika Serikat dan berkenan bertemu dengan Trump 'kapan saja, bagaimana saja'. Korea Utara juga mengatakan bahwa pertemuan ini 'sangat penting' untuk memperbaiki hubungan AS-Korut, sehingga masih ada harapan bahwa pertemuan akan dapat dilaksanakan," jelas dia.

Selain itu, lanjutnya, pasar akan sangat memperhatikan bagaimana respons pemerintahan Trump terhadap pesan perdamaian Korea Utara. Sentimen risiko dapat membaik apabila ada isyarat bahwa ketegangan antara AS-Korea Utara semakin berkurang.

PDB Mengecewakan, Pound Melemah

Menurut dia, bulan trading ini sungguh berat bagi mata uang poundsterling seiring dengan semakin tipisnya ekspektasi bahwa Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) akan meningkatkan suku bunga di Agustus.

Sentimen terhadap pound memburuk pekan lalu karena laporan bahwa pertumbuhan ekonomi Inggris turun hingga ke level terendah sejak 2012. Pertumbuhan PDB Inggris melambat menjadi 0,1 persen di kuartal pertama 2018 menurut estimasi kedua.

"Selera beli pound langsung menurun. Dari sudut pandang teknikal, GBP tetap bearish di grafik harian karena secara konsisten level tertinggi yang lebih rendah (LH) dan level terendah yang lebih rendah (LL). Penurunan berkelanjutan di bawah 1,3400 dapat menyebabkan depresiasi lebih lanjut menuju 1,3320 dan kemudian 1,3250," tambah dia.

Dolar Stabil Jelang Rilis PDB & NFP AS

Dia menambahkan gerak dolar AS sepertinya akan tetap stabil terhadap sejumlah mata uang mayor menjelang rilis PDB dan NFP AS yang sudah dinantikan. Dolar berpotensi semakin menguat apabila PDB dan NFP sama-sama melampaui ekspektasi pasar.

"Sementara dari sudut pandang teknis, indeks dolar tetap sangat bullish di grafik harian. Selisih suku bunga semakin lebar dan menguntungkan dolar. Ekspektasi kenaikan suku bunga di Juni juga semakin tinggi. Karena itu, dolar AS sepertinya masih akan terus menguat," tambah dia.

Apakah Reli Minyak Mencapai Akhir?

Kemungkinan OPEC dan Rusia melonggarkan batasan produksi guna mengimbangi penurunan produksi Venezuela dan potensi penurunan ekspor Iran membuat harga minyak berpotensi melemah.

Aksi harga mengisyaratkan bahwa bulls mungkin kesulitan untuk mendapat dukungan dari faktor risiko geopolitik untuk mempertahankan reli saat ini. Spekulasi penurunan pasokan global adalah hal yang sangat mengangkat harga minyak sebelumnya, jadi faktor fundamental dapat berubah apabila OPEC melonggarkan batasan produksi. Harga minyak terancam melemah karena potensi kenaikan produksi Rusia, OPEC, dan minyak serpih AS yang mengakibatkan kekhawatiran terjadinya oversuplai.

"Dari aspek teknis, minyak mentah WTI berisiko merosot menuju USD60 apabila bulls gagal mempertahankan kendali di atas USD70," pungkas dia.



Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini