Sektor Pertanian Berkontribusi Tertinggi untuk Ekspo…

0
12



Tani. ANT/Adeng Bustomi.


Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) menjelaskan sektor pertanian menjadi penopang ekspor tertinggi dengan persentase mencapai 24 persen. Hal tersebut merupakan prestasi tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan, total ekspor tersebut mencapai Rp441 triliun. Pencapaian tersebut merupakan dampak dari dicabutnya 241 Peraturan Menteri yang dianggap menghambat swasembada pangan.



“241 Permentan bahkan ada peraturan presiden (perpres) kita cabut,” ujarnya dalam Seminar Nasional Swasembada Pangan VS Impor, di BPK, Jakarta, Senin, 21 Mei 2018.

Ia menambahkan dampak pencabutan pun terasa pada investasi yang hingga dua kali lipat. “Dampaknya ekspor meningkat, pada 2013 invesrasi Rp23 triliun, sekarang naik Rp45 triliun,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya telah mengurangi anggaran Kabupaten yang dirasa tidak dapat menaikan produksinya. Pada 2104 total anggaran untuk produksi petani hanya 35 persen dan selebihnya pada perbaikan kantor, perjalanan dinas serta biaya seminar.

“Biaya perjalanan dinas, cat kantor, beli motor kami moratorium. Dulu untuk petani 35 persen, sekarang 85 persen untuk petani,” imbuhnya.  

Ia menengaskan, saat ini telah melakukan ekspor jagung 500 ribu ton ke enam negara. Hal tersebut sebagai pencapaian jika dibandingkan sebelumnya pemerintah melakukan impor USD35 juta dari Amerika Serikat (AS) dan Argentina. Selain itu Pemerintah juga telah melakukan ekspor ayam dan telur ke Jepang.

Oleh sebab itu, pihaknya memastikan dalam bulan Ramadan tidak ada harga komoditas yang mengalami kenaikan. “Tiga bulan sebelumnya kita telah siapkan diatasi 20 hingga 30 persen di atas hari sebelumnya,” tutupnya.

(SAW)










Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini