Ramadan Waktu yang Tepat untuk Menabung

0
4



Jakarta: Bulan Ramadan seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai waktu tepat untuk menabung. Sebab banyak pengeluaran yang bisa disisihkan sebagai tabungan.

Perencana keuangan dari Finansial Consulting Eko Endarto mengatakan tidak ada perbedaan antara bulan Ramadan dan bulan-bulan biasanya. Namun masyarakat suka berlebihan melakukan pengeluaran pada bulan Ramadan yang membuat masyarakat terlihat lebih konsumtif atau boros.



“Sebenarnya tidak ada perbedaannya, yang membuatnya menjadi lebih banyak karena kita banyak maunya. Kita menganggap bahwa itu (Ramadan) berbeda dengan bulan biasanya,” kata Eko kepada Medcom.id, Kamis, 17 Mei 2018.

Eko menerangkan harusnya bulan Ramadan bisa dimanfaatkan untuk menyisihkan lebih banyak uang yang tadinya banyak dikeluarkan di bulan biasa, seperti pengeluaran untuk makan siang, cemilan, dan rokok. 

“Kalau kita membuatnya sama seharusnya kita bisa menyisihkan sejumlah dana ketika bulan Ramadan,” ucap dia.

Eko memberi saran bagi masyarakat agar tidak menjadi pribadi yang boros pada Ramadan. Pertama, hitung pengeluaran yang biasa dilakukan dibulan-bulan biasa seperti pengeluaran makan siang, cemilan atau jajan serta rokok. Semua dana yang biasa dikeluarkan itu disisihkan setiap harinya sebagai tabungan.

“Makan siang Rp25 ribu terus pukul 4 sore ada snack time Rp10 ribu jadi Rp35 ribu maka setiap awal hari sisihkan Rp35 ribu diawal. Lalu jalani hidup seperti biasa,” sebut dia.

Dari langkah pertama, kita sudah bisa menabung Rp1.050.000 dalam satu bulan. Lalu langkah kedua adalah saat berbuka puasa dan sahur disarankan tidak sebagai ajang balas dendam sehingga membeli dan menyantap semua jenis makanan. Hal itu bisa mengirit lagi pengeluaran.

“Kedua, ketika buka puasa bukan ajang balas dendam. Coba hidup seperti biasa. Karena sebenarnya tidak ada yang berubah,” imbuh dia.

Terakhir, usahakan pada menjelang hari raya masih bersikap normal. Jadi, Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan oleh kantor dapat ditabung. “Jadi sebenarnya ketika Ramadan saat kita bisa menyisihkan. Jadi bukan hanya menahan makan tapi juga menahan nafsu-nafsu berbelanja dan balas dendam,” tutup dia.

(SAW)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini