Pupuk Indonesia Catat Laba Rp3,08 Triliun di 2017

0
2



Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) membukukan pendapatan sebesar Rp58,96 triliun di sepanjang 2017. Pendapatan yang meningkat memberikan dampak positif terhadap perolehan laba yang sebesar Rp3,08 triliun. Pencapaian laba itu lebih besar dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp2,05 triliun.

Meski demikian, perolehan laba tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan perolehan laba di 2016 yang tercatat sebesar Rp3,53 triliun. ‎Penyebabnya karena perusahaan melakukan efisiensi sehingga mengurangi pendapatan subsidi.



“Selain itu, harga komoditi urea dan amoniak internasional juga menurun sangat drastis sehingga mengurangi pendapatan perusahaan dari sektor pupuk non subsidi,” ucap ‎Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat‎, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Rabu, 9 Mei 2018.

‎Aas menyebutkan pendapatan Pupuk Indonesia dari sektor pupuk bersubsidi memang berkurang dari Rp26,85 triliun di 2016 menjadi Rp24,97 triliun pada 2017, sehingga secara langsung memberikan penghematan pengeluaran pemerintah untuk subsidi pupuk.

Kendati demikian, penyaluran pupuk bersubsidi di 2017 justru meningkat dari 9,18 juta ton menjadi 9,30 juta ton di 2017. “Ini membuktikan walaupun kita melakukan efisiensi, tidak mengurangi pelayanan kita ke sektor PSO,” jelas dia.

Meskipun dapat menyalurkan pupuk bersubsidi lebih besar dibandingkan dengan jumlah di 2016, sambung dia, justru perusahaan dapat menekan biaya penyaluran subsidi sehingga menghemat beban biaya subsidi yang dibayarkan pemerintah.

“Kami menerapkan kebijakan untuk menekan biaya-biaya, terutama efisiensi konsumsi bahan baku dan biaya distribusi pupuk, sehingga perusahaan turut berkontribusi mengurangi beban subsidi [emerintah sebesar Rp1,88 triliun,” terang Aas.



Pada 2017, Pupuk Indonesia juga berhasil mencapai rekor produksi tertinggi sepanjang berdirinya perusahaan, yaitu sebesar 11,42 juta ton untuk segala jenis pupuk. Kenaikan produksi ini antara lain didorong oleh mulai beroperasinya pabrik baru Pusri 2B yang berkapasitas 970 ribu ton per tahun.

(ABD)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini