Jakarta Terkini : PT Pari Bumi Asri Minta Penyelesaian Sengketa Tanah

0
8
JAKARTA, TERKINI.COM- PT Pari Bumi Asri meminta agar penyelesaian sengketa tanah di Pulau Pari diselesaikan lewat jalur hukum. PT Pari Bumi Asri pun bakal mengambil sikap, terkait prilaku penduduk yang ilegal itu.
“Kita perusahaan secara terbuka. Bila kami memang meragukan datanglah ke pengadilan atau ke kepolisian melaporkan bahwa surat kita tidak sah,” Kata kordinator lapangan PT Bumi Pari Asri, Ben Yitzhak saat ditemui pada Kamis, 31 Mei 2018.
Ben mengatakan, penduduk sudah mengetahui bahwa mereka menumpang di Pulau Pari. Ben menyatakan bisa membuktikan hal tersebut karena memang memilki buktinya.
“Ketua Forum Pembela Pulau Pari pernah menandatangani surat pernyataan dan mengakui bahwa telah sebenar-benarnya telah menggunakan lahan tanah PT Bumi Asri. Tapi dia mengingkari janji-janji disini semua,” kata Ben sambil menunjukan bukti surat.
Sementara itu, Start Legal PT Bumi Pari Asri Ahmadin menganggap Ombudsman tidak adil mengeluarkan LHP, yang isinya dianggap berpihak dan tidak mewakili fakta.
“Untuk Ombudsman yang menyatakan kita maladministrasi, kami telah bersurat kepadanya BPN tanggal 30 April 2018 perihal pernyataan LHP Ombudsman perwakilan Jakarta Raya dilaporkan oleh orang yang tidak memiliki bukti kepemilikan bahwa kami memang sah secara peraturan dan perundangan dan telah dinyatakan oleh BPN,” terangnya.
Dia menyebut, PT bumi Pari asri memiliki hak berdasarkan jual beli. Itu diperoleh di tahun 1990 dan 1991 dan diketahui pejabat daerah lurah dan camat dan waktu itu akte camat, dan para penjual tanah juga ahli waris tegas menyatakan tidak keberatan menjual tanah tersebut tidak sengketa,” papar Ahmadin.
Menurut Ahmadin sengketa tanah diawali adanya sebagian masyarakat baru dan pendatang di Pulau Pari. Mereka menetap pasca-krisis moneter tahun 1998.
Dulunya adalah penduduk yang secara hukum tidak mempunyai lahan. Namun setelah adanya pembiaran sekian lama mereka mulai mengakui tanah tersebut.
Kini masyarakat yang menolak dan melawan perusahaan  itu menempati sekitar 20 persen dari total luas lahan di pulau Pari.(YDH/MetroTV)
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini