Program Padat Karya Tunai Diperkirakan Serap 5 J

0
15



Jakarta: Penggunaan dana desa 2018 wajib dilaksanakan melalui program Padat Karya Tunai yang dilakukan secara swakelola, dan 30 persen dari nilai proyek digunakan sebagai upah kepada pekerja yang berasal dari masyarakat desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo memperkirakan, penggunaan dana desa melalui Padat Karya Tunai akan menyerap lebih dari 5 juta tenaga kerja.



“Saat ini, semua dana desa yang sudah cair, sudah melaksanakan program Padat Karya Tunai. Oleh karena itu Wajib, tidak boleh dilakukan dengan menggunakan kontraktor. Harus dilakukan secara swakelola, dan 30 persen nilai proyek yang berasal dari dana desa dipakai untuk membayar upah. Diperkirakan bisa menyerap 5 juta tenaga kerja,” kata Menteri Eko, usai peluncuran aplikasi multimedia Desa Kini, dan kegiatan buka puasa bersama di lingkungan Kemendes PDTT pada Senin, 21 Mei 2018.

Penyerapan tenaga kerja, menurut Eko, tidak hanya melalui program Padat Karya Tunai saja yang berasal dari dana desa. Namun, juga melalui program pengembangan Prukades yang digagas Kemendes PDTT dengan membuat kluster ekonomi di desa. Misalnya, mengembangkan komoditi jagung, gula, garam, serta komoditas lainnya.

“Kita sudah melakukan MoU (nota kesepahaman) antara kabupaten dan dunia usaha untuk program Prukades. Dengan Mou ini diperkirakan ada tambahan tenaga kerja lagi sebanyak 10 juta orang,” katanya.

(ROS)








Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini