Politik | Soeharto Lebih Difavoritkan

0
5



Jakarta: Survei Indo Barometer menunjukkan Presiden Kedua RI Soeharto sebagai presiden yang  paling berhasil memimpin Indonesia. Jenderal besar TNI itu mengalahkan Presiden Pertama RI Soekarno dan Presiden Joko Widodo. 

“Sebanyak 32,9 persen responden memilih Soeharto sebagai presiden yang paling berhasil di Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari di kawasan Sudirman, Jakara Pusat, Minggu, 20 Mei 2018.



Dalam survei yang melibatkan 1.200 responden dalam kurun waktu 15 hingga 22 April 2018 ini, posisi kedua diisi Presiden pertama RI Soekarno dengan 21,3 persen. Sementara posisi ketiga ditempati Presiden Joko Widodo dengan 17,8 persen, disusul Susilo Bambang Yudhoyono dengan 11,6 persen dan BJ Habibie 3,5 persen. 

Qodari mengungkapkan pihaknya pernah menggelar survei serupa pada 2011. Saat itu, survei juga menunjukkan hasil serupa. Pun demikian, jumlah responden yang memilih Soeharto menurun sebanyak 7,6 persen, dibandingkan 2011 sebesar 40,5 persen.

Politikus PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko, menilai wajar publik memilih sosok Soeharto sebagai presiden yang paling berhasil. Sebab diukur dari waktu kepemimpinan, Soeharto memimpin 32 tahun, dan tentu pencapaiannya lebih banyak dibanding presiden lain.

(Baca juga: Survei: 69,9 Persen Publik Puas Jalannya Demokrasi Setelah 20 Tahun Reformasi)

Selain itu, kekuasaan Soeharto juga dinilai terlalu absolut. “Kekuasaan dia lebih besar. Legislatif dia kontrol, yudikatif juga. Sementara pemimpin di pascareformasi tidak bisa. Megawati, SBY, Jokowi, tidak bisa mengontrol MA, tidak bisa menentukan pemenang pemilu,” kata Budiman. 

Politikus Demokrat Putu Rudana menyebut survei reformasi tak bisa dipisahkan rentang waktunya. Baik dari 1998 hingga 2018, merupakan suatu paket kesatuan.

“Di mana era kegemilangannya diraih saat zaman pemerintahan SBY selama 10 tahun. Pascareformasi, di pemerintahan SBY-lah pertama kalinya presiden terpilih dalam proses demokrasi, itu menunjukkan suatu konsep yang baik sejak 2004 lalu,” klaim Putu.

Ia juga mengklaim saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, perekonomian meningkat signifikan, yakni tumbuh di atas 6 persen. 

“Selama 10 tahun pemerintahan SBY, pertumbuhan ekonomi kita itu rata-rata 6%,” kata dia. 

Survei ini dilakukan sejak 15-22 April 2018 dari 34 provinsi di Indonesia. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 

(REN)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini