Ketika PAN Ditinggal Partai Koalisi Pemerintah

0
9
Bogor: Seluruh sekjen partai pendukung pemerintah berkumpul di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta. Mereka membahas kesiapan Pilpres dan Pileg 2019.
Ada sembilan sekjen partai pendukung pemerintah yang merapat ke Setkab. Mereka yakni, PDI Perjuangan, Golkar, PKB, NasDem, PPP, Hanura, PKPI, Perindo, dan PSI. Hanya, PAN yang tak diajak berkumpul. Padahal, PAN hingga kini masih berada di barisan pendukung pemerintah.
PAN menyatakan bergabung dengan koalisi pemerintahan sejak tahun 2015. Namun, sikap PAN pada beberapa hal kerap berseberangan dengan pemerintah, seperti saat pembahasan UU Pemilu.
Mereka juga belum mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi dalam Pilpres 2019. Bahkan, tokoh senior PAN, Amien Rais berulang kali menegaskan PAN tak akan mendukung Joko Widodo pada Pilpres tahun depan.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan, undangan tak diberikan karena PAN hingga kini belum menentukan sikap dukungan kepada Jokowi. Hal itu berbeda dengan partai pendukung lain.
“Mungkin ada yang kelupaan, PAN kan belum deklarasi. Kalau yang lain kan sudah,” kata Pramono di Kompleks Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, 7 Mei 2018.
Sejauh ini, PDI Perjuangan, Golkar, NasDem, PPP, Hanura, PKPI, Perindo, dan PSI memang sudah mendeklarasikan dukungannya kepada Jokowi di Pilpres 2019. Tinggal PAN dan PKB yang belum.
Pemerintah tampaknya memberikan perlakuan berbeda kepada PKB, meski sikapnya juga belum jelas ke Jokowi. Namun, Pram tak menjelaskan alasannya mengundang PKB.
“Ya memang PKB masih belum deklarasi,” ucap dia.
PKB memang tengah mencoba memajukan Ketua Umum Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai cawapres Jokowi. Bahkan, mereka telah membentuk posko Join (Jokowi-Cak Imin).
Cak Imin juga kerap sesumbar Jokowi akan kalah jika tak menggandengnya sebagai cawapres. “Saya cuma bisa mengingat kan kalau bukan saya dikhawatirkan bisa kalah,” kata Cak Imin di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 5 Mei 2018.
PAN Merdeka
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan tak mempersoalkan partainya tak diundang dalam pertemuan sekjen partai pendukung pemerintah. Pria yang akrab disapa Zulhas itu menganggap pertemuan tersebut biasa.
“PAN biasa-biasa saja, merdeka,” kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 7 Mei 2018.
Zulhas tak tahu soal pertemuan itu. Ia mengaku baru rampung membuka rapat kerja nasional pengusaha nasional di Cipanas, Jawa Barat.
“Ya kalau undangan kan hak istana. Jadi kalau diundang atau tidak diundang tanya sama Mas Pram (Seskab Pramono Anung) dong, jangan sama saya,” ujar dia. (DMR)
Sumber
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini