Polisi Gelar Razia Narkoba, Sasar Indekos Pemandu Karaoke di Solo

0
20



Merdeka.com – Sejumlah anggota kepolisian dari Satuan Narkoba Polresta Surakarta, menggelar razia di beberapa tempat indekos di Kecamatan Laweyan dan Banjarsari, pagi tadi. Razia untuk mencari pengguna obat-obatan terlarang yang menyasar ke sejumlah tempat indekos eksklusif.

Sedikitnya dua tempat indekos dilakukan penyisiran. Yakni D’Paragon di Jalan Kahuripan, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari dan Sans House di Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan. Kedua indekos tersebut sebagian besar dihuni oleh para pemandu karaoke atau Lady Companion (LC), mahasiswa dan karyawan swasta.

Kanit I Satuan Reserse Narkoba Polresta Surakarta, AKP Suparmin, mengatakan razia tersebut sebagai tidaklanjut maraknya temuan kasus peredaran narkoba di kawasan indekos eksklusif wilayah Solo selama dua bulan terakhir. Menurutnya, ada 15 petugas dari Satnarkoba yang ikut langsung masuk ke dalam kamar untuk melakukan penggeledahan di kamar.

“Ada 51 kamar di indekos eksklusif yang menjadi sasaran razia tim Sarnarkoba. Hasilnya kami memang tidak menemukan narkoba. Tetapi ini bisa sebagai bentuk upaya kita mencegah dan mengantisipasi peredaran narkoba di indekos,” ujarnya.

Menurut Suparmin, indekos eksklusif memang rawan dijadikan lokasi pesta narkoba. Dua bulan terakhir, kata dia, ada kasus pelaku penyalahgunaan narkotika yang ditangkap di indekos. Berdasarkan data yang ia miliki, dari bulan Mei hingga Juni, pihaknya telah menangani 8 kasus penyalahgunaan narkotika dengan 8 tersangka. Sebagian besar tersangka tersebut merupakan pengguna dan penggedar sabu. Razia semacam ini, lanjut Suparmin, akan dilakukan rutin dan berkelanjutan.

“Indekos eksklusif ini memang rawan peredaran narkoba. Di Sans House ini pernah kita temukan pelaku penyalahgunaan narkotika di dalam kamar,” katanya.

Salah seorang penghuni indekos Sans House, Husnul Khotimah (24) mengaku baru tiga bulan ini bekerja sebagai pemandu karaoke dan menempati indekos tersebut. Selama bekerja, warga Kota Malang, Jawa Timur itu
mengaku tidak pernah menggunakan narkoba.

“Selama di Solo ini saya hanya minum miras saja saat bekerja. Saya tidak pernah menggunakan narkoba,” ucap dia.

Pemilik indekos Sans Guest House Bidari Maradewi (30) mengaku senang tempat usaha miliknya dirazia oleh kepolisian. Ia menilai pemeriksaan tersebut dapat meminimalisir peredaran narkoba.

“Kalau saya sih senang saja ada pemeriksaan seperti ini. Pemilik mana yang mau anak kostnya menggunakan narkoba atau mabuk-mabukan. Tidak ada yang mau kan,” katanya. [lia]





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini