Adian : Pilpres 2019 Pertarungan Pro Reformasi vs Pro Orba

0
11
JAKARTA, TERKINI.COM- Sekretaris Jenderal Perhimpunan Nasional Aktivis (Pena) 98 Adian Napitupulu menilai Pilpres 2019 adalah pertarungan kelompok pro reformasi dan pro orde baru (orba). Kesungguhan kelompok yang mengklaim sebagai tokoh reformasi dapat terlihat dari pilihan politiknya di Pilpres 2019.
“Siapa yang reformis dan siapa yang dukung kelompok Cendana (orba) akan terlihat nanti di 2019,” kata Adian dalam penutupan kegiatan 20 Tahun Reformasi di Graha Pena 98 seperti dikutip dari Antara, Jakarta, Senin, 21 Mei 2018.
Politisi PDI Perjuangan itu menilai, Pilpres 2019 bakal digunakan sebagai momentum kelompok yang pro orba kembali berkuasa. Ia meyakini seluruh tenaga dan finansial bakal dikerahkan guna merebut kekuasaan.
Namun, Adian menyatakan aktivis 1998 yang kini duduk di banyak posisi pemerintahan juga bakal berusaha keras melawannya. Para aktivis, kata Adian, tak ingin bangsa Indonesia kembali mundur ke belakang.
“Apakah kita akan kembali ke masa lalu atau kita akan berjalan ke masa depan, tergantung dari pertarungan di 2019,” ungkapnya.
Adian mengajak semua pihak mengingat perjuangan menuju era reformasi tidak mudah. Dinamika kehidupan berbangsa yang saat ini berjalan tak bisa lepas dari perjuangan reformasi 20 tahun lalu.
“Kebebasan berserikat, berorganisasi, membuat partai, pemilu langsung, pilkada langsung, kebebasan pers, dan sebagainya, itu juga buah dari reformasi,” ujarnya.
Dewasa ini, kata dia, banyak tokoh yang mengklaim sebagai pro reformasi. Catatan para aktivis 98, lanjut dia, pihak yang menolak pencalonan kembali Soeharto di Pemilu 1997 tidak dilakukan oleh banyak orang.
“Saya mengajak rakyat untuk melihat sejarahnya. Karena tidak semua tokoh-tokoh politik saat itu (1997) bisa mengatakan dirinya reformis,” ujarnya. (Ant)

 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini