Pertamina Sudah Hedging Antisipasi Rupiah Melemah…

0
3



Tarakan: PT Pertamina (Persero) telah melakukan hedging atau lindung nilai terlebih dahulu sebagai bentuk mitigasi risiko dari pelemahan nilai tukar rupiah yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Keputusan itu dinilai tepat lantaran nilai tukar rupiah sedang melemah sekarang ini terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Pelaksana Tugas Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah merupakan siklus yang biasa terjadi. Oleh karena itu, sebagai salah satu korporat besar, Pertamina pasti melakukan sejumlah mitigasi risiko.



“Ini adalah siklus, kita selalu mitigasi risiko. Kita ada lindung nilai. Mekanisme lindung nilai Itu yang kita lakukan,” kata Nicke, di Tarakan, Kalimantan Timur, Rabu, 9 Mei 2018.

Lebih lanjut, Nicke menjelaskan, terkait dampak pelemahan nilai tukar rupiah saat ini terhadap kegiatan impor maka Pertamina telah mempertimbangkan secara matang terkait kontrak pembelian BBM dan minyak mentah.

“Ada pembelian yang medium term. Itu pun sama kita lakukan lindung nilai juga. Itu mitigasi risiko yang umum untuk kurs,” ucap Nicke.

Dalam pertimbangan itu, Pertamina menghitung berapa besar penggunaan dolar tersebut dan berapa besar pendapatan yang akan diperoleh. Perhitungan ini menjadi penting dilakukan agar Pertamina tidak mengalami kerugian.

“Kita berhitung bagaimana tren ke depan penggunaan dolar kita berapa dan pendapatan dolar berapa. Kita tetapkan berapa yang optimal untuk kita lindung nilai. Itu kan mitigasi risko. Seluruh korporasi melakukan itu,” tutup Nicke.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu pagi terpantau tertekan dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.052 per USD. Sejauh ini, sentimen positif belum berdatangan secara signifikan guna memperkuat gerak nilai tukar rupiah.

Mengutip Bloomberg, Rabu, 9 Mei 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka melemah ke Rp14.085 per USD. Sedangkan day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.085 per USD dengan year to date return di minus 3,67 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.862 per USD.

 

(ABD)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini