Pertamina akan Gunakan Lahan PTPN untuk Kilang Tuba…

0
6



Jakarta: PT Pertamina (Persero) membuka opsi lain mengenai permasalahan tanah atas pembangunan proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban. Pertamina akan bersinergi dengan BUMN untuk menggunakan lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI dan XII.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan sudah terlalu lama persoalan lahan pada proyek RDMP Tuban ini tak kunjung selesai. Lahan yang seharusnya digunakan untuk membangun kilang masih tumpang tindih dengan lahan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan lahan milik warga.



Oleh karena itu Pertamina mencari opsi lain untuk menggunakan lahan milik PTPN sebagai lahan yang digunakan untuk dibangun kilang Tuban nantinya.

“Cari opsi lain dengan lahan miliki BUMN lain PTPN. Sudah di survey dan initial investigation, labuhan sudah di survey dan cocok bangun kilang di situ,” kata Nicke di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, Rabu, 23 Mei 2018.

Sementara itu Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Heru Setiawan menjelaskan opsi tersebut masih dalam pembahasan dan diskusi dengan PTPN. Begitu juga dengan skema pembayaran jika opsi tersebut disetujui kedua belah pihak.

“Ya sebenarnya itu sebagai alternatif lahan kan sejauh ini masih proses. Masih didiskusikan,” kata Heru.

Heru menyebutkan luas lahan milik PTPN itu sama dengan lahan yang dibutuhkan membangun kilang yaitu 800 hektare (ha). Jika opsi ini disetujui maka Pertamina akan segera mengurus Amdal baru.

Ketika ditanya apakah opsi baru ini akan berdampak pada peta jalan (road map) kilang Tuban yang onstream pada 2024, Heru menegaskan, opsi ini tidak akan mengganggu. Justru, mempercepat permasalahan yang selama ini membelit.

“Tidak ganggu schedule pembangunan. onstream tetap 2024,” tutup Heru.

Berdasarkan slide presentasi Pertamina menjelaskan lahan alternatif ini berlokasi di Asembagus Situbondo dengan luas 807 ha. Lahan tersebut sebagian besar milik PTPN XI dan XII.

Sejauh ini sudah dilakukan kajian awal da layak untuk digunakan sebagai alternatif lokasi kilang GRRR di Jawa Timur. Hasil kajian awal, luas lahan sesuai sengan kebutuhan kilang GRR dengan kedalaman laut 35 meter dari pantai sangat tepat untuk penerimaan Crude via Kapal VLCC3.

Selain itu dari kajian awal terhadap seistomik, metocean, supply chain lokasi ini layak dijadikan tempat kilang Tuban. Lokasi ini juga jauh dari permukiman penduduk sehingga gejolak sosial yang muncul bisa diminimalisir.

Kemudian lokasi ini memiliki fasilitas infrastruktur pendukung yang sangat baik tol Probowangi, jaringan transmisi high voltage ex Paiton, Bandara Banyuwangi, TBBM Tanjungwangi, dan Kawasan Industri Wongsorejo.

“Langkah selanjutnya adalah pembuatan nota kesepahaman antara PTPN XI dan XII yang akan dikordinasikan oleh Kementerian BUMN,” tutup Nicke.

(SAW)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini