Perlawanan Warga Komplek AD Dinilai Hal Wajar

0
4

Asisten Logistik Kodam Jaya, Kolonel Tri Hascaryo. Foto: Medcom.id/Fachri Fachri Audhia Hafiez.
Jakarta: Kericuhan saat eksekusi rumah dinas di komplek perumahan Angkatan Darat (KPAD) dinilai hal yang wajar. Meski demikian, Kodam Jaya tetap akan mengeksekusi.
“Saya rasa itu wajar karena sandang pangan papan rumah mereka terusik, mereka pasti melakukan perlawanan. Kebutuhan primer diusik dia akan resistensi,” kata Asisten Logistik Kodam Jaya, Kolonel Tri Hascaryo saat konfrensi pers di Kodim 0504, Jakarta Selatan, Rabu, 9 Mei 2018.
Tri mengklaim pihaknya telah melalukan negosiasi dan pendekatan sehingga warga menerima rumahnya dikosongkan.
“Setelah kami lakukan negosiasi dan pendekatan, alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, warga kembali ke rumah masing-masing,” ucap Tri.
Tri menjelaskan, penertiban hanya fokus pada pengosongan rumah yang masuk dalam daftar eksekusi. Dia menjelaskan, warga yang terdampak eksekusi akan disediakan kontrakan.
“Kalau mereka tidak punya rumah, kami sediakan kontrakan. Tersebar dimana-mana saja, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Tangerang,” kata Tri.
Hari ini warga KPAD Tanah Kusir Jakarta Selatan memblokade jalan dan membakar ban di Jalan Sultan Iskandar Muda. Warga tidak terima penertiban di kompleks tersebut.
Sejumlah warga mengalami luka akibat penertiban itu. Mereka sempat terlibat cekcok dengan personel dari Kodam Jaya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada berapa kepastian korban yang mengalami luka.

(FZN)
Sumber




- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini