Perkuat Formasi 3-2-1 di Perguruan Tinggi Vokasi

0
5




Tegal: Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong perluasan implementasi kurikulum dual system (sistem ganda) untuk mempercepat revitalisasi pendidikan tinggi vokasi di Indonesia.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir dalam siaran persnya mengatakan, ada tiga hal yang harus didorong untuk merevitalisasi pendidikan tinggi vokasi selain sertifikasi keahlian.  Ketiga hal tersebut adalah, menyiapkan ketersediaan tenaga pendidik yang terdiri dari 50 % dosen akademik, dan 50 % dosen  dari praktisi industri.

Kemudian dibutuhkan juga retooling atau melatih ulang dosen vokasi yang ada. “Lalu yang ketiga, implementasi konsep dual system di perguruan tinggi vokasi,” sebut Nasir pada acara pembukaan rangkaian Dies Natalis Politeknik Harapan Bersama ke-16, di Tegal.

Konsep dual sytem adalah sistem 3-2-1, yaitu 3 semester belajar teori di kampus, 2 semester di industri, dan satu semester mengerjakan tugas akhir.   Sistem yang mengadopsi kurikulum vokasi di Jerman ini diyakini dapat mempercepat proses link and match antara dunia pendidikan dan industri.

Kurikulum ini juga sekaligus untuk menjawab tingginya keluhan dunia industri akan ketidaksiapan lulusan vokasi saat terjun ke dunia kerja. “Jadi nanti tiga semester di kelas (teori), dua semester di Industri (magang), dan satu semester lagi mengerjakan tugas akhir,” papar mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) ini.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Politeknik Harapan Bersama Mc. Chambali menyambut baik upaya revitalisasi pendidikan vokasi yang ditempuh pemerintah Indonesia. Ia mengatakan, pendidikan vokasi harus maju menghadapi era disrupsi teknologi ke depan.

“Kami mendukung upaya revitalisasi pendidikan vokasi khususnya di lingkungan kopertis wilayah VI, kami yakin dan optimis kami akan menjadi tuan rumah dalam bersaing dengan perguruan tinggi asing (PTA),” ungkapnya

Menghadapi persaingan global yang semakin ketat di era revolusi industri 4.0, meningkatkan mutu pendidikan vokasi dan membekali sertifikasi keahlian bagi lulusan vokasi merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil.

 
(CEU)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini