Peristiwa | Koopsusgab Hanya Sementara

0
5



Pengamat pertahanan Susaningtyas Kertopati. (Foto: Antara).


Jakarta: Pengamat pertahanan Susaningtyas Kertopati mengatakan pembentukan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) hanya bersifat sementara. Pembentukan pasukan anti teror ini dinilai sudah sesuai amanat UU TNI nomor 34 tahun 2004.

“Koopsusgab hanya dibentuk sesuai kebutuhan tugas bukan satuan permanen,” kata Susan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 19 Mei 2018.



Tugas satuan ini pun hanya diturunkan saat misi tertentu. Dalam jangka waktu yang telah ditentukan dalam penanganan aksi anti teror. 

Sifat satuan ini hanya bersifat operasional. Dibawah pembinaan matra kesatuan masing-masing angkatan di TNI. Karena tugas kesatuan ini hanya sebagai pelengkap di kesatuan regular.

“Jadi, pasukan khusus dibentuk untuk menjadi ujung tombak pasukan reguler masing-masing angkatan dalam skala perang terbuka,” jelasnya. 

Menurut Susan keinginan Presiden Joko Widodo untuk menghidupkan kembali Koopssusgab TNI dinilai sudah tepat. Rencana ini sesuai amanat UU Pertahanan Negara dan UU TNI.

“Yang perlu diatur sekarang adalah Perpres untuk menugaskan Koopssusgab TNI sebagai salah satu kebijakan Presiden untuk mensinergikan dengan Detasemen Khusus  88 Polri,” jelasnya. 

Tambahnya, Koopsusgab memiliki keahlian anti teror dengan karakter masing-masing kesatuan. Dengan skala teror baik di darat, laut dan udara.

Misalnya Satgultor Kopassus dilatih anti teror di darat sebagai salah satu dari empat kemampuan dasar yang harus dimiliki. Pasukan khusus antiteror di laut merupakan gabungan prajurit Kopaska dan Taifib dalam satuan Detasemen Jala Mengkara (Denjaka).

“Demikian juga Korpaskhas, memiliki Detasemen Bravo untuk anti teror dan pembebasan sandera di bandara,” pungkasnya.

(JMS)








Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini