Penyuap Bupati Rita Dihukum 3,5 Tahun Penjara

0
11



Jakarta: Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun alias Abun divonis tiga tahun dan enam bulan penjara. Abun juga diwajibkan membayar denda Rp200 juta dengan subsider empat bulan kurungan penjara. 

Abun dinilai terbukti menyuap Bupati Kutai Kertanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari, sebesar Rp6 miliar. Suap itu diberikan agar Rita memberikan izin lokasi perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kukar. 



“Menyatakan, telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi,” kata Ketua Majelis Hakim Sugianto di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 18 Mei 2018. 

Dalam menjatuhi hukuman, majelis hakim mempertimbangkan perbuatan Abun yang memberatkan. Abun dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. 

Pertimbangan yang meringankan, Abun belum pernah dihukum. Abun juga bersikap sopan selama persidangan. 

Abun diketahui merupakan teman dekat ayah Rita, Syaukani Hasan Rais. Pada 2009, ia mengajukan izin lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru. 

Baca: Abun Sempat Diminta Rp9 Miliar oleh Staf Rita

Namun, pengajuan izin mendapat kendala, di antaranya lantaran ada tumpang tindih atas permohonan izin lokasi. Pada lokasi yang sama, pernah diterbitkan Pertimbangan Teknis Pertanahan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Kukar atas nama PT Gunung Surya dan PT Mangulai Prima untuk usaha perkebunan kelapa sawit. 

Untuk memperlancar pengurusan izin, Abun mengutus stafnya, Hanny Kristianto, untuk mendekati Rita yang baru terpilih sebagai Bupati Kukar. Hanny melaksanakan instruksi Abun dan pada Juni 2010, Hanny menemui Rita dan menyampaikan permohonan izin lokasi yang diajukan Abun. 

Baca: Rita Mengoleksi Berlian

Abun akhirnya mendapat izin lokasi di Desa Kupang Baru seluas 16.000 hektare. Sebagai kompensasi, Abun menyerahkan uang sebesar Rp6 miliar kepada Rita yang diberikan secara bertahap melalui rekening Bank Mandiri. 

Abun dinilai terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum pada KPK. Jaksa sebelumnya menuntut agar Abun dihukum empat tahun dan enam bulan penjara serta denda sebesar Rp250 juta subsider enam bulan kurungan.

(AZF)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini