Pemuda Pancasila dan KAHMI Kecam Teror Bom di Su

0
3



Jakarta: Organisasi masyarakat Pemuda Pancasila dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) mengecam teror bom terhadap tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, pagi tadi. Kedua ormas ini mengutuk aksi terorisme dalam bentuk apa pun.

Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno meminta pemerintah segera menumpas terorisme sampai tuntas. “Aparat dan masyarakat perlu meningkatkan pengamanan tempat-tempat ibadah. Pemuda Pancasila di seluruh Indonesia siap berpartisipasi,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu, 13 Mei 2018. 



Ia menyatakan kegiatan apa pun yang bertentangan dengan ideologi Pancasila akan menjadi musuh bersama “Pemuda Pancasila siap berada di baris terdepan untuk melawan,” imbuhnya.

Ketua Bidang Ideologi dan Politik MPN Pemuda Pancasila, Arif Rachman, mengutuk keras tindakan yang dilakukan para pelaku teror. 

“Apa pun bentuk teror, apalagi yang sudah masuk ke ranah agama dengan menghancurkan fasilitas ibadah dan mencelakai orang yang tidak berdosa, sangat tidak bisa diterima,” kata aktivisi 98 ini.

Majelis Nasional KAHMI juga angkat bicara. KAHMI menyampaikan duka mendalam atas tragedi bom Surabaya. “KAHMI mengutuk keras aksi bom bunuh diri tersebut karena bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, ideologi, konstitusi, dan norma norma hukum,” kata Koordinator Presidium KAHMI, Siti Zuhro. 

Menurut dia, KAHMI mendukung sepenuhnya aparat penegak hukum untuk bekerja cepat, tepat, profesional, dan proporsional. “Memproses secara hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Baca: Jokowi: Tindakan Terorisme Ini Sungguh Biadab!

Siti juga mengimbau keluarga besar KAHMI dan masyarakat agar tetap tenang dan terus menjaga komunikasi, koordinasi, serta turut memberikan kontribusi dalam menciptakan kedamaian, ketenangan, dan kondusivitas. “Jangan terprovokasi oleh berbagai opini maupun aksi-aksi destruktif.”

Selanjutnya, Siti juga mengimbau kepada yang tak berkompetensi agar tidak mengeluarkan pernyataan yang kontraproduktif. “Jangan menambahkan kegaduhan situasi usai ledakan bom di Surabaya,” katanya.

Tiga ledakan yang terjadi hampir bersamaan mengguncang Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, dan Gereja Pentakosta di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur, hari ini. 

Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Hingga kini, tercatat 11 orang tewas dan 41 orang terluka.

(UWA)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini