Pelemahan Rupiah Diperkirakan Membayangi Gerak IHSG

0
24



Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami tekanan di sepanjang hari ini. Hal itu akan dipengaruhi oleh berlanjutnya pelamahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

“‎Pelemahan yang kembali terjadi merupakan kepanikan terhadap pelemahan nilai tukar rupiah yang belum juga tertahan,” ungkap ‎Analis Senior Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin, 21 Mei 2018.



Reza menilai ‎adanya rilis kenaikan suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI 7-Day Reverse Repo Rate) menjadi 4,5 persen dan penyusunan RAPBN 2019 belum dapat memberikan imbas positif kepada rupiah untuk mengimbangi sentimen negatif dari penguatan USD.

Sama halnya dengan Reza, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya‎ memperkirakan indeks berpeluang mengalami tekanan yang disebabkan kondisi pelemahan nilai tukar rupiah. Namun, potensi penguatan masih ada.

Penguatan, lanjut William, ‎karena masih adanya optimisme pasar terhadap kekuatan fundamental ekonomi dalam negeri. ‎Selain itu, terlihat dari membaiknya laporan kinerja emiten di kuartal I-2018 dan sikap optimistis emiten baru yang melakukan IPO.

“Sehingga, ‎optimisme pasar menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pasar modal dalam jangka panjang masih menjanjikan,” ungkap William, seraya menambahkan bahwa IHSG memiliki support terdekat yang berupaya dipertahankan pada level 5.721, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.002.

M‎engamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

‎‎Kemudian, cermati pula gerak saham, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

(ABD)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini