Pelatihan Guru Tak Bisa Diseragamkan

0
15



Konferensi Pers Hasil Ujian Nasional (UN) jenjang SMP 2018. Foto:Medcom.id/Intan Yunelia


Jakarta: Perbaikan sistem pelatihan guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan tidak dapat diseragamkan.  Pelatihan tenaga pendidik harus sesuai dengan kebutuhan guru dan sekolah masing-masing, merujuk pada hasil analisis ujian nasional (UN).

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Kemendikbud, Hamid Muhammad mengatakan perbaikan sistem pelatihan guru perlu mengakomodasi kebutuhan setiap sekolah dan guru itu sendiri.



Menurut Hamid, pelatihan guru tiap satuan pendidikan harus berdasarkan analisis ujian nasional. Sehingga pelatihan tidak bisa disamakan antar guru.

 

“Pelatihan guru yang seragam tidak akan efektif memperbaiki permasalahan yang beragam di masing-masing sekolah,” diungkapkan Hamid di Gedung Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin 28 Mei 2018.

Ke depan Hamid ingin Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dapat lebih optimal dalam merancang model dan melaksanakan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan perlu mendorong dan memfasilitasi tumbuh kembangnya atmosfer profesional di setiap MGMP dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

“Agar dapat menjadi wahana peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan,” ujarnya.

Hasil UN SMP tahun 2018 telah diserahkan oleh Kemendikbud kepada Dinas Pendidikan provinsi pada 22 Mei 2018. Kemendikbud mengklaim hasil UN semakin reliabel dan dapat menjadi alat deteksi awal adanya kelemahan di dalam suatu sistem pembelajaran.

 

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi menyampaikan bahwa penyelenggaraan UN tingkat SMP tahun ini berjalan baik dan lancar sesuai dengan POS yang ditetapkan. “Hasil pemantauan yang telah dilaksanakan di lapangan menunjukkan bahwa prinsip-prinsip penyelenggaraan UN baik UNBK maupun UNKP telah berjalan baik, manajemen waktu juga berjalan maksimal,” jelas Bambang.

 

Bambang mengapresiasi praktik gotong royong dan berbagi sumber daya dalam pelaksanaan UNBK 2018. Peningkatan jumlah peserta UNBK merupakan bentuk konkret dukungan pemerintah daerah dan kerja sama yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan.

 

 

(CEU)








Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini