Pelaku Gurauan Bom di Bandara Supadio Terancam 8 Tahun

0
6

Ilustrasi pesawat maskapai Lion Air berada di apron setelah berhasil dievakuasi di Bandara Djalaludin, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Rabu (2/5). ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin.
PONTIANAK, TERKINI.COM- Kepolisian Resor Kota Pontianak masih mencari tahu motif FN, seorang penumpang maskapai Lion Air dari Bandara Supadio Pontianak tujuan Jakarta, yang bergurau ada bom di tasnya. Sehingga mengakibatkan kepanikan maskapai dan penumpang.

Kapolren Pontianakn AKBP Wawan Kristyanto mengatakan, pelaku terancam Pasal 437 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan. “Ancamannya delapan tahun penjara,” kata Wawan, di Pontianak, Senin malam, 28 Mei 2018.
Dia membeberkan, pelaku merupakan salah satu alumni mahasiswa di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Pelaku, baru saja diwisuda pada Mei 2018 lalu dan berencana pulang ke Jayapura, Papua.
“Dia membawa banyak bawaan sehingga akan transit ke Jakarta dulu, namun akibat perbuatannya pelaku terancam Pasal 437 tentang penerbangan,” bebernya.
Kapolresta Pontianak mengimbau masyarakat, agar tidak bergurau perihal bom di kawasan bandara. Karena gurauan tersebut dianggap ancaman.
Diketahui, pada Senin 28 Mei, sekitar pukul 18.30 WIB, salah seorang penumpang pesawat Lion Air JT 687 tujuan Jakarta, FN, mengutarakan ada bom ke salah satu pramugrai Lion Air saat menaruh tas bawaannya di bagasi kabin pesawat. Walhasil, pesawat mengalami penundaan penerbangan. (LDS/MetroTV)




 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini