OECD: Risiko Perang Dagang Ancam Pertumbuhan Ekonomi Global

0
18
Paris: Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) menilai risiko perang perdagangan mengancam prospek pertumbuhan global. Munculnya perang dagang tentu diharapkan tidak terjadi karena sejumlah negara terus berharap agar tingkat pengangguran bisa turun dan mendukung pemerataan tingkat kesejahteraan.
“Pertumbuhan ekonomi global diatur untuk naik dari 3,8 persen tahun ini menjadi 3,9 persen pada 2019,” ungkap Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, dalam laporannya, seperti dikutip dari CNBC, Jumat, 1 Juni 2018.
OECD mengatakan pelonggaran anggaran telah mengambil alih stimulus bank sentral sebagai motor utama pertumbuhan global dengan tiga perempat dari negara-negara anggotanya sekarang diperkirakan melonggarkan kebijakan, yang dipimpin oleh pemotongan pajak AS yang besar.
Terhadap latar belakang itu, tingkat pengangguran OECD secara keseluruhan terlihat jatuh ke lima persen pada akhir 2019. Kondisi itu mencapai tingkat terendah sejak 1980 dan menetapkan panggung untuk sejauh ini terkait pertumbuhan yang sukar dipahami dalam upah pekerja.
“Terlepas dari semua berita baik ini ada risiko besar untuk prospek global. Apa risiko ini? Pertama dan terutama, eskalasi ketegangan perdagangan harus dihindari,” kata Kepala Ekonom OECD Alvaro Pereira dalam pengantar di laporan OECD.
Peringatan itu muncul ketika Pemerintah Eropa bersiap untuk berakhirnya pengecualian sementara pada tarif baja dan aluminium baru AS di 1 Juni, yang telah membuat marah sekutu terdekat Washington.
Meskipun jumlah pembatasan perdagangan telah merayap lebih tinggi selama dekade terakhir, tindakan lebih lanjut dapat menciptakan hambatan yang signifikan terhadap pertumbuhan karena ekonomi global sekarang lebih saling terkait daripada sebelumnya, kata OECD.(ABD/MM)
 








Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini