Nasib Partai Golkar Bisa Punah Seperti Dinosaurus Bila Salah Urus – Nasional Terkini

0
9


Terkini.com – Politikus Senior Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa mengingatkan para kader tetap solid usai Musyawarah Nasional (Munas) nanti. Ada kekhawatiran hadirnya intervensi dari pemerintah yang berdampak hadirnya faksi baru ke depan.

Selama ini, dirinya melihat munculnya perpecahan di Partai Golkar merupakan dampak adanya tekanan politik dari pihak luar. Potensi itu kerap muncul setiap Munas digelar.

Kondisi Partai Golkar, menurut Agun, sedang dalam tata kelola oligarki bahkan tidak ada sebuah keputusan diambil secara musyawarah, melainkan secara kedekatan. Sebagai anggota DPR sejak 1997, dirinya melihat keadaan itu ketika pengisian alat kelengkapan dewan (AKD) dan tiap komisi di DPR.

“Terjadi like and dislike dan pragmatisme. Itu fakta yang tidak bisa dibantah,” kata Agun di Jakarta, Minggu (3/11).

Agun Gunandjar ©2019 Terkini.com/Angga Yudha Pratomo

Dia menjelaskan, akibat dikelola sangat oligarki itu justru kader Golkar yang mendapat kesempatan justru banyak orang titipan. Mulai dari penempatan bahkan memilih para calon anggota legislatif. Cara itu dirasa salah dalam mengelola sebuah organisasi kepartaian.

Bila kondisi ini tetap dipertahankan, Agun merasa Partai Golkar di masa depan bakal punah. Dirinya menggambarkan partai berlambang pohon beringin itu bak Dinosaurus, artinya pernah ada dan menyeramkan lalu punah tertelan zaman.

“Maka pada 2024 Partai Golkar akan berpotensi jadi dinosaurus tinggal kenangan, ada tapi sebetulnya tidak ada,” ucap dia.

Kondisi itu mulai terlihat dari hasil Partai Golkar berada di peringkat ke-9 pada hasil Pemilu di Jakarta. Padahal wilayah itu merupakan pusat pemerintah nasional.

Untuk itu, Agun menantang para calon ketua umum Partai Golkar di Munas nanti. Terutama kepada dua calon Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartanto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet). Dirinya meminta Gokar di tangan mereka berdua nanti diminta jadikan partai ideologi yang berkomitmen kepada negara dan bangsa. Sehingga harus mengambil peran menyikapi radikalisme, ekonomi dan beragam isu lain.

Kedua, Agun menuntut adanya kaderisasi apalagi banyak kepala daerah bukan lagi dari Partai Golkar. Untuk ketiga, apakah Airlangga dan Bamsoet dapat menjalankan sistem kepartaian dalam melakukan sosialisasi untuk melakukan kaderisasi dengan konsisten penerimaan anggota baru dengan norma objektif AD/ART partai.

Keempat, menakar kemampuan Airlangga dan Bamsoet untuk menarik simpatik kaum milenial. Sedangkan terakhir, keduanya diminta menjalankan pola manajemen kepemimpinan.

Bambang Soesatyo berjabat tangan dengan Airlangga Hartarto ©2019 Terkini.com

Bamsoet sempat memutuskan untuk menenangkan situasi dalam pertarungan Munas Partai Golkar. Dia memilih untuk sementara waktu mendukung Airlangga sebagai ketua umum. Di saat bersamaan, Golkar sepakat mengusulkan nama Bamsoet jadi ketua MPR. Setelah pelantikan ketua MPR selesai, Bamsoet segera kembali bersaing melawan Airlangga Hartarto.

Proses menuju Munas akan didahului dengan rapat pleno pada tanggal 5 November nanti. Sehari setelahnya, Golkar akan menggelar perayaan HUT pada 6 November. Pada 7 November, Golkar menggelar Rapimnas. Setelah itu, pada 27 November, Golkar kembali gelar pleno untuk menentukan materi Munas.

Kemudian, tanggal 3-4 Desember, Partai Golkar bakal menggelar Munas di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Namun, kegiatan ini masih rencana. Jadwal akan dipastikan saat rapat pleno Partai Golkar nantinya. [ang]





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini