Narapidana Terorisme Butuh Penjara Khusus Sesuai

0
1
Jakarta: Pengamat Terorisme Ridwan Habib menilai peristiwa kerusuhan narapidana terorisme di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, perlu segera dievaluasi.
Tak cuma itu, pengelompokan terhadap seluruh napi juga harus dilakukan. Proses pengelompokan sesuai kategori membantu memudahkan kerja Polri dalam mengawasi para narapidana kasus terorisme.
Clustering terhadap mereka harus segera dilakukan. Apakah mereka masuk kategori high risk, masih bisa diajak dialog, atau justru sudah tidak bisa diajak kooperatif. Ini harus dipisahkan jangan disatukan di satu tempat,” ujarnya, dalam Primetime News, Kamis, 10 Mei 2018.
Ridwan mengatakan idealnya negara memiliki penjara khusus bagi narapidana terorisme sesuai dengan klaster mereka. Sebab, khusus di Mako Brimob seluruh narapidana kasus terorisme berkumpul menjadi satu dan upaya deradikalisasi sulit diterima oleh mereka.
Tak seperti deradikalisasi di Lapas Sentul, Bogor, Jawa Barat, misalnya. Narapidana terorisme di sana cenderung terjangkau oleh program deradikalisasi yang dilakukan pemerintah, sementara di Mako Brimob hal tersebut sulit dilakukan.
“Upaya deradikalisasi jalan tapi mereka membangun batas terhadap upaya itu. Karena napi yang ada di dalam bukan cuma yang sudah divonis tetapi ada pula yang masih dalam proses persidangan,” katanya.
Meski begitu Ridwan mengapresiasi upaya Polri membuat narapidana terorisme menyerah dan melepaskan sandera. Hal ini ampuh memukul mundur para jaringan teroris lain di luar lapas yang bisa saja mengambil kesempatan untuk menyerang.
Harus diakui bahwa kerusuhan berikut dengan perampasan senjata dan penyanderaan meningkatkan kepercayaan diri para napi terorisme untuk mengambil alih markas polisi. Namun hal itu pada akhirnya selesai mana kala mereka tak mendapat pasokan logistik dari luar.
“Satu sisi kepercayaan diri mereka meningkat karena berhasil merampas senjata dan membunuh tapi di sisi lain mereka meyakini kalau melakukan ini terus yang terjadi adalah mati konyol. Maka kemudian mereka menyerah,” ungkap Ridwan.(MEL/MetroTV)

 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini