Mikro | Beras Impor Dibanderol Rp8.450/Kg

0
12



Jakarta : Perum Bulog menjelaskan beras impor yang berjumlah 500 ribu ton, akan dijual ke masyarakat dengan harga Rp8.450 per kilogram (kg). Harga tersebut di bawah harga eceran tertinggi (HET) beras medium Rp9.459 per kg.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Karyawan Gunarso menjelaskan harga yang lebih murah diharapkan dapat menstabilisasi harga beras di pasaran.

 

“Kita jual beras impor premium dengan broken 15 persen Rp8.950 per kg, jadi di bawah HET Rp500 per kg. Kita menggelontorkan untuk wilayah satu,” ujarnya ditemui di Gudang Divre Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis, 24 Mei 2018.



Ia menambahkan, jenis beras impor tersebut dengan kualitas premium, namun dipasaran diturunkan menjadi kualitas medium. Hal tersebut agar Bulog dapat menjamin kestabilan harga beras dan ketersediaannya.

“Beras premium di pasar Rp12.500 per kg, kita jual jauh di bawah harga HET dengan harga jual kita yang komersil tadi itu mampu, mendorong, menekan harga ini di bawah HET,” tambahnya.

Selain itu nantinya bulog akan menjual beras jenis premium tersebut di mitra ritel, pasar tradisional dan Rumah Pangan Kita (RPK).

“Kita punya beras kita premium harga dengan harga di bawah HET dan intinya stok harus tersedia dan mengisi pasar-pasar dan konsumen-konsumen, dengan memanfaatkan Rumah Pangan Kita (RPK) yang berjumlah 40 ribu,” tuturnya.

Lebih lanjut ,pria yang akrab disapa Gunarso menjelaskan saat ini stok beras di gudang Bulog sebesar 1,3 juta ton, yang terbagi impor 500 ribu ton dan serapan lokal 700 ribu ton. Meski saat ini beras impor yang masuk baru 482 ribu ton, namun beras impor sudah tersebar ke gudang-gudang seluruh Indonesia.

“Sudah tersebar di Gudang seluruh Indonesia bahkan sampai ke perbatasan seperti Entikong perbatasan Indonesia dengan Malaysia,” pungkasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya menegaskan dengan stok sebanyak itu lebih dari cukup untuk Ramdan hingga lebaran, bahkan hingga empat bulan ke depan. “Cadangan beras di gudang kita ada 1,3 juta ton, ini tentu akan cukup hingga 4 bulan ke depan,”tutupnya.

 

(SAW)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini