Napiter Kasus Mako Brimob Diisolasi Di Nusakambangan

0
9

Personel kepolisian bersiaga menjelang pemindahan napi teroris yang terlibat kerusuhan di Mako Brimob, di dermaga penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/5). Foto: Antara
Jakarta: Sebanyak 145 narapidana terorisme (Napiter) yang telah dipindahkan ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah bakal diisolasi. Mereka dimasukan ke dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) berstatus high risk dengan pengamanan super maximum security.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan (Pas) Sri Puguh Budi Utami mengatakan para Napiter tersebut disebar di dua tempat yakni di Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih. Komunikasi dengan lingkungan bakal diputus lantaran mereka menempati lapas berbeda.
“Narapidana terorisme yang ditipkan di Mako Brimob cabang Rutan Salemba itu memiliki risiko tingi, berbagai hal kemungkinan bisa terjadi,” ujar Sri dalam acara PrimeTime News, Metro TV, Kamis, 10 Mei 2018.
Para Napiter itu tetap diperlakukan sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Sri memastikan kapasitas lapas memadai dan para petugas pemasyarakatan telah dilatih dan di-assesment untuk kebutuhan pengamanan dan pembinaan Napiter.
“Yang pasti (narapidana) tidak dengan mudah menerima mereka itu adalah salah, tidak mudah menerima perubahan sikap telah melakukan pelanggaran berat, tidak mudah insaf, padahal kalau berubah akan ditempatkan di lapas yang lebih ringan,” ungkapnya.
Menurut Sri, lapas yang ada di Nusakambangan pengamanannya cukup mumpuni. Lapas ini dilengkapi teknologi canggih yang bisa dipantau langsung dari kantor pusat di Jakarta.
“Kami lengkapi dengan sarana prasarana, dengan teknologi tinggi, one man one sel, napi risiko tinggi ini tidak terjadi komunikasi dengan petugas dan napi lain,” ujarnya. (AZF/MetroTV)




 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini