Panglima TNI : Memerangi Paham Radikal, Tak Cukup Melibatkan TNI-Polri

0
9
MATARAM, TERKINI.COM- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, masih ada kelompok dengan paham radikal yang ingin memecah belah Indonesia. Untuk memerangi paham radikal, tak cukup melibatkan TNI-Polri.
Hal itu disampaikan Hadi dalam rangka Safari Ramadan Panglima TNI bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu, 30 Mei 2018.
“TNI dan Polri tidak bisa sendirian menjaga keutuhan NKRI, namun harus bersama-sama komponen bangsa, para alim ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat,” kata Hadi dalam keterangan resmi yang diterima Medcom.id, Kamis, 31 Mei 2018.
Hadi mengingatkan, NKRI tidak boleh diadu domba dan terpecah belah. Hal itu mengingat masih masifnya kelompok radikalisme yang berusaha memecah keutuhan bangsa.
“Mari kita sama-sama perangi paham tersebut untuk menjaga keutuhan NKRI, seperti apa yang sudah ditanamkan oleh para pendahulu kita yaitu menjadi negara yang besar, negara yang kaya, subur dan rakyat yang makmur,” ujar Hadi.
Hadi mengatakan, Indonesia terkenal dengan keramahtamahan penduduknya, beraneka ragam agama dan memiliki budaya yang berbeda, namun saling menghargai. Keberagaman tersebut yang perlu terjaga.
“Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh komponen masyarakat, mari kita bersama-sama merapatkan barisan untuk menjaga NKRI yang kita cintai bersama ini,” ujar Hadi.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan, saat ini Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu wilayah yang relatif aman.  Meski, di beberapa tempat di tanah air terjadi ledakan bom.
“Saya sangat terkesan dengan kedamaian di Pulau Lombok dan NTB pada umumnya,” ucap Tito.(DMR/MetroTV)

 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini