Menhub Konsisten Proses Hukum Penumpang Berguyon Baw

0
8



Tangerang: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tak akan menghentikan proses hukum terhadap penumpang pesawat yang melontarkan lelucon bom dalam pesawat. Penegakkan hukum itu untuk memberi efek jera kepada pelaku.

“Kemenhub bersama polisi dan stakeholder konsisten akan melakukan penegakkan hukum. Apa yang dilakukan di Pontianak akan kita lanjutkan (proses hukumnya), apa yang terjadi kemarin juga akan kita limpahkan ke pengadilan,” tegas Budi saat meninjau kesiapan angkutan Lebaran di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Minggu, 3 Juni 2018.



Mantan Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II itu mengaku melanjutkan proses hukum bukan target utama Kemenhub. Proses hukum ditegakkan agar hal serupa tak terulang.

“Itu bukan target kita. Target kita adalah bagaimana masyarakat itu jera, jangan melakukan tindakan-tindakan seperti itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Mohammad Iqbal menyatakan pelaku yang terlibat dalam candaan bom bakal dijerat dengan Pasal 437 (2) UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Pelakunya diancam hukuman pidana penjara minimal delapan tahun.

“Kita kepolisian tegas melakukan proses hukum walaupun dalam kasus ini kita melimpahkan, tetapi kepolisian akan tegas. Karena ini bisa menjadi deterent effect yang positif bagi semua calon penumpang yang berbohong dan bercanda,” kata Iqbal di Mabes Polri, Rabu, 30 Mei 2018.

Baca: Warga Diminta Hati-hati Bercanda Bawa Bom

Kepanikan penumpang Lion Air JT687 tujuan Pontianak-Jakarta dipastikan akibat candaan bom seorang penumpang bernama Frantinus Sigiri.

Mendengar candaan Frantinus, penumpang lain panik dan membuka paksa pintu darurat dekat sayap pesawat. Mereka pun berhamburan keluar di tengah mesin pesawat menyala. 

Kasus seperti ini sudah berulang kali terjadi. Pada Mei 2018, ada beberapa kasus penumpang pesawat yang menjadikan bom sebagai bahan candaan atau memberikan informasi palsu soal bom.

Salah satunya pada 12 Mei 2018, penerbangan Lion Air JT 618 dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, ke Bandara Depati Amir, Pangkalpinang sempat tertunda lantaran seorang penumpang berinsial ZN melontarkan kata ‘bom’ kepada awak kabin saat masuk ke pesawat.

(AZF)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini