Meletus Lagi, Status Gunung Merapi Masih Waspada

0
6



Jakarta: Gunung Merapi kembali meletus pagi tadi sekitar pukul 08.20 WIB. Ini merupakan letusan lanjutan setelah 24 Mei lalu.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan pagi tadi terjadi dengan amplitudo maksimum 77 milimeter dan berdurasi dua menit. Sedangkan, tinggi kolom letusan 6.000 meter mengarah ke Barat Laut.



“Letusan pagi ini dan data pemantauan menunjukkan adanya peningkatan aktiitas vulkanik Gunung merapi masih tinggi sehingga tingkat aktivitas masih ditetapkan pada tingkat Waspada atau level II,” kata Kepala Badan Geologi PVMBG Geogoli Rudy Suhendar dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 1 Juni 2018. 

Rudy memerinci, berdasarkan pantauan terjadi hujan abu pada pukul 08.58 WIB di Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Jrakah. Hujan abu juga terpantau turun di sekitar Pos PGM Selo pada pukul 09.02.

“Pada awal letusan, angin mengarah ke barat laut. Namun pada pukul 08.30 WIB informasi dari BMKG Satklim Jogja angin mengarah ke barat daya,” kata Rudy dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 1 Juni 2018.

Pantauan dari Pos PGM Jrakah dan Babadan, kata Rudy, juga menunjukkan asap putih di area hutan sektor barat laut, yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari puncak. Kondisi itu mengindikasikan adanya vegetasi yang terbakar.

Kemudian, Rudy juga memerinci, kegempaan yang terjadi kemarin pada Kamis, 31 Mei lalu, tercatat ada hembusan empat kali, Volcano Tektonik (VT) lima kali dengan kedalaman dominan di bawah 3 kilometer dari puncak. Terjadi pula guguran 11 kali dan Tgempat tektonik 1 kali. 

Terjadinya gempa VT ini, kata Rudy, menjadi indikasi proses magmatis berpengaruh pada letusan Gunung Merapi pagi ini. Menurut dia, ekstrusi magma ke permukaan masih membutuhkan waktu. Berdasarkan kedalaman gempa VT yang terjadi, diperkirakan posisi magma saat ini masih berada di bawah 3 kilometer,  

“Data deformasi tidak menunjukkan adanya gejala inflasi atau deflasi yang berarti. Data geokimia dari pemantauan SO2 di puncak Merapi tidak menunjukkan adanya peningkatan flux,” jelasnya.

Menurut Rudy, letusan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung merapi yang masih tinggi. Dengan penetapan status waspada ini, maka tidak boleh ada aktivitas penduduk dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Penduduk yang berada di Kawasan Rawan Bencana III juga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan. 

Rudy juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar menanggulangi bahaya abu vulkanik yang ditimbulkan dari letusan ini.

(AGA)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini