Megawati Minta Kader PDIP tak Reaktif

0
10



Jakarta: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta kadernya untuk bersikap tenang menghadapi persoalan. Terutama dalam menyikapi hak dan kewajibannya selaku ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Kader PDI Perjuangan se-Tanah Air diminta tidak bersikap reaksioner. ‘Tenang saja,’ kata Ibu Megawati selaku ketua Dewan Pengarah BPIP,” kata Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi Partai (Situation Room) PDI Perjuangan, Muhammad Prananda Prabowo, dalam surat terbuka kepada seluruh kader PDI Perjuangan. 



Surat terbuka itu diterima redaksi Medcom.id, Sabtu, 2 Juni 2018. Dalam surat itu, Prananda mengatakan Megawati mengimbau kader PDIP untuk terus mendukung media massa sebagai salah satu pilar demokrasi. 

“Hubungan baik dan silaturahmi dengan media massa harus dikedepankan,” kata Prananda.

Jika berkeberatan dengan pemberitaan media, ia meminta kader PDIP untuk menyatakan pendapat sesuai UU yang berlaku.

“Jika ada pemberitaan yang dianggap kurang tepat, maka kewajiban bagi seluruh kader adalah menyampaikan kepada media argumentasi yang berbasis pada data dan fakta. Melalui cara yang telah diatur dalam perundang-undangan yang berlaku,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan para kader PDIP agar memegang teguh prinsip yang disampaikan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, tepat di hari lahir Pancasila 1 Juni 1945. 

“Selalu memilih jalan musyawarah untuk mufakat dalam setiap penyelesaian persoalan, jadilah banteng penjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kata dia mengutip imbauan Soekarno.

Baca: PDIP Sebut Aksi Melabrak Radar Bogor Spontanitas

Sejumlah kader PDIP dari Kota Bogor sempat mendatangi kantor Radar Bogor, Rabu, 30 Mei 2018. Mereka kecewa dengan pemberitaan harian itu yang disebut memojokkan Megawati.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata mengatakan aksi itu terjadi spontan tanpa instruksi pimpinan. 

“Itu spontanitas kader yang kesal dengan kalimat ‘Ongkang-ongkang Kaki’ pada judul halaman depan harian itu. (Kalimat itu) ditujukan ke Ketua Umum PDI Perjuangan (Megawati Soekarnoputri),” ucap Dadang kepada Medcom.id, Kamis, 31 Mei 2018.

Baca: Megawati Belum Digaji Selama Setahun di BPIP

Dadang menegaskan PDIP sangat menghormati independensi pers dan Undang-Undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dia mengaku semula berencana menempuh hak jawab dan hak koreksi sebagaimana disebut di Pasal 5 ayat 2 dan ayat 3, UU Pers. 

“Saat kami akan membuat hak jawab, tiba-tiba aksi spontanitas itu terjadi. Jadi, kami sampaikan sekali lagi, protes para kader hanya merupakan reaksi atas pemberitaan tanpa ada maksud lain,” bebernya.

(UWA)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini