Media Diminta tak Terjebak pada Judul Clickbait

0
5

Anggota Dewan Pers Imam Wahyudi (kedua kiri) dalam sebuah diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (29/5). (Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar).

JAKARTA, TERKINI.COM- Industri media tengah dikritisi, utamanya terkait pemilihan judul yang menjebak atau clickbait. Oleh karena itu, perusahaan media diminta untuk tidak berfokus pada peningkatan jumlah pembaca atau clicker.
Clicker ini impact, ini jebakan. Mari kita keluar dari jebakan itu,” kata Anggota Dewan Pers Imam Wahyudi dalam sebuah diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa malam, 29 Mei 2018.
Menurutnya, perusahaan media saat ini berada pada masa peralihan layaknya taksi konvensional yang digerus keberadaannya oleh taksi daring. Imam blak-blakan soal hal ini.
Saat Hari Pers Nasional di Ambon, Imam mengungkapkan model bisnis media yang mengedepankan judul bombastis tak lagi tepat. Semua stakeholder diminta mencari fokus lain.
“Kalau kita bertahan di clickbait, maka kita akan memperkosa konten. Kalau bisa melihat model bisnis baru, kita bisa selamatkan ekosistem media. Kelembagaan juga bisa hidup,” katanya.
Imam akui perusahaan media menjalankan sebuah bisnis di samping peranannya sebagai pembela kepentingan publik dalam menyebarkan informasi. Artinya, semua stakeholder harus memikirkan bagaimana membela masyarakat, namun di sisi lain bisnis perusahaan juga harus tetap berjalan.
Salah satu yang ditawarkan Imam adalah mencari pendanaan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Dengan cara itu, yakin Imam, perusahaan media tak akan berpikir soal roda bisnisnya, melainkan fokus pada konten. Meski pada ujungnya, Imam juga tak menjamin nihilnya keberpihakan media pada LSM.
Pun demikian, Imam menekankan prinsip media adalah sebagai perusahaan kreatif. “Maka kalau enggak kreatif, ya lewat kita. Jangan terpaku pada clickbait saja,” tegas Imam.(HUS/MetroTV)
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini