Hamdi Muluk sebut INES tidak kredibel

0
7
Jakarta: Anggota Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) Hamdi Muluk menyebut lembaga survei Indonesia Network Election Survei (INES) tidak kredibel.
Ia mengatakan bagaimana bisa hasil survei opini publik memiliki margin of error begitu besar ketika jumlah responden yang diajukan pertanyaan juga tidak sedikit.
“Masyarakat harus tahu akurasi sebuah survei itu berbanding lurus dengan jumlah sampel, itu prinsip pertama. Semakin besar sampel, semakin kecil margin of error-nya,” ujarnya, dalam Metro Pagi Primetime, Rabu, 9 Mei 2018.
Hamdi menilai survei yang dilakukan INES asal-asalan. Hal itu bisa dilihat dari beberapa kali survei yang dilakukan INES rata-rata menghasilkan margin of error yang cukup besar.
Misalnya pada 2017 INES menggelar survei dengan jumlah sampel 2.500 responden dan menghasilkan margin of error sebesar 2,3 persen. Kemudian dengan sampel 7 ribu responden menghasilkan margin of error 1,7 persen dan dalam jumlah responden yang lebih besar yakni 10 ribu menghasilkan margin of error 2,5 persen.
“Saya harus mengatakan dengan segala hormat, maaf ini asal-asalan. (Padahal) ini logika yang paling dasar. Lembaga survei harus diisi orang-orang yang mengerti seluk beluk metodologi bukan dengan asal-asalan,” kata Hamdi.
Kendati tidak kredibel dan cenderung asal, Hamdi mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak lantaran INES bukan merupakan anggota Persepi. Lembaga survei yang bukan anggota Persepi tidak bisa diawasi atau diberikan sanksi, proses check and balances hanya bisa dilakukan oleh publik atau Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“KPU bisa memberikan sanksi tidak boleh lagi (melakukan survei) kalau terbukti melakukan pelanggaran,” ungkapnya.
Terpisah, Direktur INES Oskar Vitriano memastikan pihaknya tidak akan bergabung dengan Persepi. Ia berdalih INES sudah memiliki stakeholder sendiri yang juga melakukan audit terhadap kegiatan INES secara internal.
“Stakeholder kita memang tidak menginginkan kita bergabung dengan siapa pun karena memang sejak didirikan 2012 kita sudah melakukan survei dengan kredibel,” jelas Oskar.
(MEL)

Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini