Libur Lebaran Asyiknya Jalan-jalan ke Destinasi di Tanjungpinang

0
6


Merdeka.com – Memanfaatkan liburan panjang saat #PesonaMudik2019 nanti, coba sambangi destinasi-destinasi yang ada di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Kota Gurindam ini dianugerahi berbagai tempat wisata menarik tidak kalah dari daerah wisata lainnya.

Tanjungpinang adalah sebuah kota yang mengalami perubahan status begitu dinamis sejak zaman dulu. Berulang kali daerah ini berubah status mulai dari pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga, ibukota kabupaten Riau Kepulauan, sampai akhirnya ditetapkan menjadi sebuah kota administratif dan menjadi ibukota dari provinsi Kepulauan Riau.

2019 Merdeka.com

“Ibukota provinsi Kepulauan Riau ini adalah salah satu daerah yang amat sangat penting bagi Indonesia. Pasalnya di sana lahir cikal bakal bahasa persatuan Bahasa Indonesia yaitu Bahasa Melayu,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Boeralimar, Rabu (5/6).

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menilai Kota Tanjungpinang keren. Karena termasuk destinasi unggulan halal di Indonesia. Jika pada 2018 lalu Tanjungpinang masih diperingkat 7, tahun ini naik ke peringkat 3.

“Letaknya yang strategis, berbatasan dengan Malaysia dan Singapura menjadi keuntungan tersendiri. Amenitasnya, atraksinya, aksesnya, semua sudah oke. Semua digarap secara serius. Rugi pokoknya kalau belum berwisata di Tanjung Pinang,” ujar Menpar Arief Yahya.

Berikut 10 destinasi paling oke liburan di Tanjungpinang.

1. Pulau Penyengat

Pulau Penyengat merupakan pulau kecil yang berda tepat di depan Tanjungpinang. Di pulau ini terdapat berbagai peninggalan bersejarah, di antaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, makam-makam para raja, makam Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi.

Bagian yang menyenangkan dari kunjungan ke Pulau Penyengat adalah menuju ke sana harus menaiki perahu atau pompong.

Kita bisa menyewa perahu dari dermaga utama di Tanjungpinang, dengan harga Rp14.000/orang untuk perjalanan pulang dan pergi. Dibutuhkan waktu sekitar 15 menit menyeberangi perairan yang biasanya cukup tenang. Namun, kita dianjurkan menggunakan life jacket untuk keselamatan saat keadaan darurat.

2. Laman Boenda Tepi Laut

Berada di tepi laut, Laman Boenda begitu diminati penduduk lokal untuk bersantai. Dari mulai pagi hari untuk berjoging, hingga sore dan malam hari.

Sambil duduk berleha-leha, melihat pemandangan kapal dari Batam, Singapura dan Malaysia berlalu lalang bersender di Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Diresmikan pada 2015, ruang rekreasi keluarga menjadikan taman ini memiliki banyak pengunjung. Dengan banyaknya permainan untuk anak-anak dengan tiga area yang berbeda, sarana olah raga dan juga pemadangan yang dimilikinya. Tidak perlu repot membawa makanan dari luar, karena di sini banyak pedagang asongan menjajahkan daganganya.

3. Vihara Avalokitesvara Graha

Tempat wisata religi yang selayaknya dan patut untuk Anda kunjungi kali ini salah satunya adalah Vihara Avalokitesvara Graha.

Tanjungpinang walaupun mayoritas penduduk adalah melayu, namun merupakan salah satu daerah dengan komunitas warga keturunan Tionghoa terbanyak di Indonesia. Komunitas ini hidup rukun dan damai bersama penduduk asli. Serta suku pendatang lainnya seperti Minang, Jawa, Batak dan lain-lainnya.

Vihara ini terletak di Kelurahan Air Raja di sebelah kiri Jalan WR Supratman, jalur lintas Tanjung Pinang-Tanjung Uban, Batu 14.

4. Klenteng Sun Tekong

Di Senggarang, Tanjungpinang adalah sebuah desa kecil yang di kenal dengan tempat para Dewa berkumpul, karena terdapat kelenteng-kelenteng berdiri disana. Salah satunya adalah Klenteng Sun Tekong.

Warga sekitar memanggil Klenteng Sun Tekong dengan sebutan Kuil Dewa Api. Artinya doa yang ditunjukan di klenteng ini lebih untuk memohon keselamatan, kebahagiaan, dan kesehatan.

Tidak hanya itu, di Senggarang juga terdapat bangunan Mesjid, GerejaKatolik, Vihara, dan Patung-patung Budha yang telah berdiri lebih dari satu abad lamanya.

5. Gedung Gonggong

Tak jauh di area Laman Boenda terdapat Gedung Gonggong yang merupakan salah satu ikon Tanjungpinang. Dengan bentuk yang menyerupai hewan laut itu, Gedung Gonggong dibangun sebagai pusat informasi pariwisata Kepri sekaligus museum kebudayaan.

Sepintas, bangunan ini mengingatkan kita akan Keong Mas di Taman Mini Indonesia Raya, Jakarta. Dibalut dengan atap berwarna emas, Gedung Gonggong didesain menyerupai siput laut, dengan dinding yang terbuat dari kaca gelap.

Gedung tersebut terdiri dari dua lantai, dilengkapi dengan televisi yang menampilkan selayang pandang Tanjungpinang. Di lantai basement terdapat toko oleh-oleh yang menjajakan makanan dan kerajinan khas Tanjungpinang.

6. Vihara Ksitigarbha Bodhisattva

Vihara Ksitigarbha Bodhisattva merupakan tempat beribadah umat Budha yang juga menjadi destinasi wisata religi di Kota Tanjungpinang.

Vihara ini digadang-gadang sebagai vihara terbesar di Asia tenggara setelah China. Pembangunan vihara ini berlangsung selama 14 tahun.

Memiliki 500 patung Lohan dengan berbagai ekpresi wajah, dan juga terdapat 40 lebih patung dewa-dewa dalam kepercayaan Budha.

Masyarakat sekitar lebih kenal dengan sebutan vihara seribu patung atau seribu wajah. Pembuat patung-patung tersebut kabarnya langsung dari seniman Tiongkok.

Vihara Ksitigarbha Bodhisattva terletak persis di sebelah Barat Kota Tanjungpinang . Berjarak kurang lebih sepuluh kilometer dari pusat kota dengan waktu tempuh 20 menit.

7. Tugu Pensil

Taman Tugu Pensil adalah sebuah tugu berbentuk pensil, dibangun sebagai simbol pemberantasan buta huruf dan penghargaan untuk Kota Tanjungpinang yang dapat membebaskan daerahnya dari buta huruf melalui program Pemberantasan Buta Huruf (PBH) pada tahun 1960-an.

Tugu Pensil terletak di Jalan Haji Agus Salim, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Lokasinya yang berada di tepian pantai dahulu disebut daerah Kampung Jawa.

Tugu Pensil berbentuk tugu putih tegak berdiri dengan ujung tugu seperti ujung pensil yang runcing dan disertai bagian bawah yang tidak langsung menyentuh tanah namun diberi alas limas terbalik.

Tugu ini dirancang oleh putra daerah bernama Nizar Nasir. Peletakan batu pertamanya dilakukan pada pertengahan1962 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Prijono.

8. Pantai Tanjung Siambang

Pantai Tanjung Siambang berada di Pulau Dompak. Yang dikenal juga dengan sebutan pantai Sri Arjana. Hamparan bibir pantai yang terbilang aman dari ombak besar, menjadi tempat bermain anak-anak. Ada juga yang berkarang mencari siput atau kerang-kerang.

Terdapat satu dermaga menjorok ke tengah lautan. Dermaga itu menghubungkan masyarakat ke pulau-pulau kecil di sekitarnya. Sekaligus tempat bersantai sambil menikmati matahari tenggelam.

Disini juga menjadi tempat perhelatan Festival Bahari Kepri setiap tahunnya. Berbagai atraksi diperlombakan, misalnya lomba jong. Untuk menuju Tanjung Siambang, hanya menempuh jarak kurang dari 20 km dari Tanjung Pinang. Dengan bermotor santai, waktu tempuh tak sampai 1 jam.

9. Jembatan Sei Carang

Jembatan Sei Carang saat ini bukan sekadar menjadi penghubung dua kawasan, dari Tanjungpinang ke Kampung Bugis dan Senggarang, tapi juga menjadi ikon Kota Tanjungpinang.

Dengan tampilannya berwarna warni seperti pelangi pada malam hari, menghipnotis penduduk untuk bersembang kesana.

Jembatan yang memiliki panjang 225 m in,i terlihat sangat cantik dengan lampu-lampu LED yang didandani pemerintah setempat dengan salah satu perusahaan pencahayaan asal Eropa.

Jembatan Sei Carang terletak di Km. 8 atau di Hulu Riau, yang merupakan jalur perdagangan yang begitu pesat pada zaman kerajaan melayu berdiri disini dulunya. Serta menjadi tempat berdirinya istana-istana megah seperti yang berada di Kota Rebah atau Kota Lama.

10. Pulau Dompak

Pulau ini merupakan pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau. Di sana sudah berdiri sejumlah perkantoran yang megah, seperti Kantor Gubernur Kepri, DPRD Kepri dan sejumlah kantor dinas. Ditata sedemikian rupa, pulau dompak juga memiliki destinasi yang cukup menarik untuk didatangi.

Selain Tanjung Siambang, ada Tugu Provinsi Kepri yang berada di bundaran saat masuk melewati Jembatan Dompak I yang juga menjadi ikon Tanjungpinang dan Mesjid Nur Ilahi yang mempunyai pemandangan indah dari atas bukit dan perairan sekitar Jembatan Dompak I.

Menuju ke Pulau Dompak dapat melewati 2 jalur yakni melewati Jembatan Dompak I yang berada tidak jauh dari Ramayana Mall dan Jembatan III di Km. 8 Atas. [hrs]





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini