Lelang Lima Seri Surat Utang Pemerintah tak Laku

0
12



Ilustrasi. (Foto: MI/Irfan).


Jakarta: Pemerintah telah melakukan lelang lima seri surat utang negara (SUN) yakni SPN12180809 (reopening), SPN12190510 (new issuance), FR0063 (reopening), FR0065 (reopening) dan FR0075.

Hasil lelang tersebut tak laku dipasarkan karena hanya berhasil menarik penawaran sebesar Rp7,18 triliun. Sementara target indikatif dalam lelang tersebut sebesar Rp17 triliun, sedangkan target maksimum apabila ada kelebihan permintaan (oversubscibe) sebesar Rp25 triliun.



Pemerintah beralasan tak menerima tawaran yang masuk yakni dengan mempertimbangkan kondisi realisasi penerbitan surat berharga negara (SBN) neto sampai dengan hari ini yang mencapai 45 persen, posisi kas Pemerintah dalam kondisi yang aman dan tingkat imbal hasil yang disampaikan oleh investor relatif di luar kewajaran yang dapat diterima.

“Maka Pemerintah memutuskan untuk tidak menerima semua penawaran yang disampaikan oleh peserta lelang pada pelaksanaan lelang hari ini,” demikian bunyi keterangan resmi yang disampaikan Direktorat Surat Utang Negara Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Selasa, 8 Mei 2018.

Adapun rincian penawaran yakni sebagai berikut:

1. Untuk seri SPN12180809 jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp2,20 triliun dengan yield tertinggi 5,55 persen dan yield terendah 5,05 persen.

2. Untuk seri SPN12190510 jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp2,30 triliun dengan yield tertinggi 7,00 persen dan yield terendah 6,00 persen.

3. Untuk seri FR0063 jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp2,06 triliun dengan yield tertinggi 7,70 persen dan yield terendah 6,80 persen.

4. Untuk seri FR0065 jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp208 miliar dengan yield tertinggi 7,60 persen dan yield terendah 7,43 persen.

5. Untuk seri FR0075 jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp415 miliar dengan yield tertinggi 7,95 persen dan yield terendah 7,7 persen.

(AHL)










Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini