Legislator AS akan Terima Penjelasan Intelijen Soal Informan FBI

0
19



Para pejabat senior Amerika di bidang intelijen dan penegakan hukum akan memberikan penjelasan secara terpisah kepada dua kelompok legislator hari Kamis (24/5), sehubungan dengan penyelidikan mengenai campur tangan Rusia dalam pemilu 2016.

Dalam sesi pertama, Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein, Kepala Staf Gedung Putih John Kelly, Direktur Intelijen Nasional Dan Coats dan Direktur FBI Christopher Wray akan bertemu dengan ketua Komite Intelijen di DPR Amerika Devin Nunes dan ketua Pengawasan dan Reformasi Pemerintah Trey Gowdy.

Gedung Putih mengatur pembicaraan tersebut dengan kedua legislator dari partai Republik itu yang menginginkan informasi lebih banyak mengenai seorang informan FBI yang melakukan kontak dengan para pejabat kampanye Trump pada masa pemilihan presiden 2016.

Fraksi Demokrat mengeluhkan pertemuan yang dianggap tidak pantas itu dan meminta sesi yang diperluas yang akan mencakup kelompok bipartisan terdiri dari anggota-anggota senior dari kedua partai, yang disebut Gang of Eight.

Permintaan tersebut dikabulkan, tetapi bukan sebagai pengganti pembicaraan dengan Nunes dan Gowdy. Alih-alih, pertemuan itu akan berlangsung beberapa jam setelah sesi dengan anggota fraksi Republik saja.

Pembicaraan yang diperluas itu akan mencakup ketua Mayoritas di Senat Mitch McConnell, ketua fraksi Demokrat di Senat Chuck Schumer, ketua DPR Paul Ryan, ketua fraksi Demokrat di DPR Nancy Pelosi, Ketua Komite Intelijen Senat Richard Burr, dan para petinggi fraksi Demokrat di komite intelijen Senat dan DPR, Senator Mark Warner dan anggota DPR Adam Schiff, sebut Departemen Kehakiman.

Trump menyoroti penggunaan jasa Stefan Halper oleh FBI untuk berbicara dengan tiga pejabat kampanyenya sebagai bagian dari penyelidikan mengenai campur tangan Rusia, dengan menyatakan Halper bekerja untuk “memata-matai dengan alasan politis” guna membantu Hillary Clinton dari partai Demokrat memenangi pemilihan presiden.

Halper adalah pakar kebijakan luar negeri Amerika di University of Cambridge, Inggris, dan bekerja sebagai informan rahasia untuk melaporkan tentang percakapan dalam urusan luar negeri yang ia lakukan dengan tiga penasihat Trump, Carter Page, Sam Clovis dan George Papadopoulos. Beberapa dekade silam, Halper bekerja untuk tiga pemerintahan Amerika yang dipimpin presiden dari partai Republik dalam berbagai jabatan di bidang kebijakan dalam negeri. [uh]



Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini