Lebih 30 Persen Warga Jerman Tidak Ingin Punya Anggota Keluarga Muslim

0
16
JERMAN, TERKINI.COM- Sekitar sepertiga warga Jerman menyatakan tidak ingin menerima seorang Muslim ke dalam keluarga mereka, dan seperlima menolak menerima seorang Yahudi sebagai anggota keluarga, demikian hasil Penelitian terbaru Pew Research Center yang berbasis di AS dan dirilis hari Selasa (29/5).
Penelitian itu dilakukan di tengah meningkatnya kecemasan tentang Islam radikal dan sentimen anti-Semitisme di Jerman. 19 responden warga Jerman dalam survei PEW menjawab negatif terhadap pertanyaan: “Apakah Anda bersedia menerima seorang Yahudi sebagai anggota keluarga?”
Di antara 15 negara Eropa yang diteliti, persentase responden Persentase responden yang mengatakan bahwa mereka tidak ingin menerima seorang Muslim di keluarga mereka adalah yang tertinggi di Italia (43 persen), Inggris (36 persen) dan Austria (34 persen).
Dari responden yang mengatakan mereka tidak ingin menerima anggota keluarga Yahudi, persentase tertinggi di Italia (25 persen), Inggris (23 persen) dan Austria (21 persen). Sedangkan Belanda dan Norwegia menunjukkan persentase terendah (3 persen).

Deutschland Muslime Kinder Fastenmonat Ramadan (picture-alliance/dpa/S. Kahnert)
Survei PEW: Umat beragama di Eropa lebih intoleran terhadap Muslim dan Yahudi, warga yang mengaku tidak beragama lebih toleran

Warga yang religius lebih intoleran
Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa orang Kristen di seluruh Eropa lebih tidak bertoleransi terhadap Muslim, Yahudi dan imigran daripada warga Eropa yang tidak mengidentifikasikan diri sebagai religius.
Kesediaan untuk menerima anggota keluarga Muslim di Jerman sangat berbeda antara umat Katolik  dan Protestan. Lebih dari separuh umat Katolik mengatakan mereka tidak menerima seorang Muslim, tetapi hanya 16 persen umat Protestan.
Pew Research Center mensurvei 24.599 orang dewasa yang dipilih secara acak di 15 negara Eropa Barat antara April dan Agustus 2017. Mereka mengkategorikan responden menurut apakah mereka mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Kristen yang religius, tidak religius atau sebagai orang yang tidak beragama.
Sejak 2015, Jerman kedatangan jutaan pengungsi dan migran dari Timur Tengah dan Afrika. Kedatangan telah memicu reaksi anti-imigran dan memicu lagi debat politik tentang peran Islam di Jerman. Beberapa politisi juga mengaitkan kedatangan pengunsi dengan peningkatan sentimen anti-Semitisme.
Penulis : Marjory Linardy hp/ap (dpa, ap/dw)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini